Posts Tagged ‘positive thinking’

GOBLOK [3]

Posted: January 29, 2017 in celetukan
Tags: , ,

boblok1Sungguh semakin saya mengamati kebiasaan hidup Mbah Jiman, semakin tidak bisa mengerti. Jadinya… yang goblok itu saya atau dia? Kalau boleh sedikit sombong, mungkin dialah yang goblok. Bagi saya, definisi goblok itu gampang saja. Siapa yang tidak menggunakan akal rasionya dalam melakoni kehidupan, dialah yang goblok. Dan saya kira itu cocok dengan apa yang pernah dikatakan orang tua itu: “Jalani saja hidup ini secara goblok!”.

(more…)

Advertisements

GOBLOK [1]

Posted: January 11, 2017 in celetukan
Tags: , ,

goblokDi kampungku, ia biasa dipanggil Mbah Jiman. Nama aslinya Abdurrahman. Sejak dalam kandungan ia mungkin ditakdirkan dari keluarga kaya. Tidak heran jika umur sepuluh tahun ia telah dihajikan oleh orangtuanya, sehingga tersematlah sebutan kaji di deretan namanya: Kaji Abdurrahman. Biasa, untuk enaknya, teman sepermainan lalu memanggilnya dengan nama pendek “Jiman”.

Kata banyak orang, mungkin berangkat dari pengalaman dan pengamatan, harta warisan biasanya jarang bisa berkembang di tangan ahli waris. Kalau orang tua atau pewaris tak berhasil mendidik anak-anaknya menjadi berkeadaban, biasanya harta warisan yang ditinggalkan ludes karena diperebutkan. Demikian pula, jika beruntung sang pewaris bisa menghantarkan anak-anaknya menjadi para shalihin yang beradab, kebanyakan secara kasat mata harta warisan setelah dibagi juga tidak mampu dikembangkan secemerlang orangtuanya. Kang No, tetanggaku yang pernah kuliah mengatakan: “Semua anak mewarisi DNA ayahnya, tetapi belum tentu membawa pula takdirnya”. Kang Lim, tetanggaku yang guru bilang: “Makanya, wariskanlah kepada anakmu akhlak dan etos hidup yang baik, karena ia membawa nasibnya sendiri-sendiri”.

(more…)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah..

            Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

(more…)