Posts Tagged ‘anak’

KEMBALIAN

Posted: January 30, 2017 in celetukan
Tags: , , ,

kembalianYuk Na merasa sangat khawatir. Sambil menggendong oroknya ia mondar-mandir, gelisah. Jarum jam di dinding menunjuk angka 1.30 siang, namun si Endut, anak keduanya tak kunjung pulang ke rumah. Ia kontak HP suaminya berkali-kali, namun hanya suara perempuan penunggu telepon yang tidak bosan meminta maaf. Mau menyuruh anak sulungnya untuk mencari sang adik, ia sedang diajak ke rumah Budenya. Mau berangkat sendiri, hari sedang hujan lebat disertai petir bersahutan. Hati Yuk Na semakin galau, tak karuan.

Tidak seperti biasanya, si Endut pulang lama seusai shalat Jum’at. Yuk Na teringat anak lelaki yang baru duduk di bangku TK itu saat berangkat jum’atan. Ia meminta uang untuk dimasukkan kotak amal sebagaimana Yuk Na ajarkan. Ia beri selembar uang Rp. 5000an karena tidak ditemukan di dompet lembaran atau recehan Rp. 2000an. Namun sampai sekarang mengapa anak itu belum juga kembali ke pangkuannya. Yuk Na semakin gelisah.

(more…)

GAGAL

Posted: November 11, 2015 in celetukan
Tags: , , ,

gagalMbah Mis tengah terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit elit sejak seminggu lalu. Ia hanya ditemani suaminya, Mbah Mus, dan keponakannya yang setia, Yu Na. Lalu ke mana anak dan mantunya? Mengapa tak satupun yang tampak bersabar mendampingi dalam sakitnya? itulah yang senantiasa terbetik dalam pikiran para pembesuk termasuk saya.

(more…)

ANAK

Posted: June 2, 2015 in celetukan
Tags: , , , ,

anak2Kang Mus jengkel, gregetan dan bercampur dendam. Didudukkan anak pertamanya. Ia ceramahi habis-habisan. Ia merasa tidak bisa menerima, mengapa anaknya yang tidak kurang satu apapun, tidak bisa lolos masuk menjadi siswa sekolah dasar unggulan di kotanya. Ia tidak berani menyalahkan Tuhannya atas takdir yang tertulis buat sang anak. Dari itu, kekesalannya tertumpah kepada anaknya, si Izah, yang sejak awal diceramahi tidak juga bisa mengerti mengapa ayahnya sewot setengah mati.

(more…)

KEMBANG MUSHOLLA

Posted: July 23, 2012 in celetukan
Tags: , , , ,

“Dul, mbok dibilangin toh tetanggamu itu..” kata Kang Mo saat kongkow sehabis tadarusan malam di musholla.

“Tetangga, siapa? Sampean kan yo.. tetangga juga!” ujarku sambil guyon.

“Itu lho.. yang sebelah kanan rumahmu”

“Oh, Kang Mail??”

“Mbok minta tolong, untuk menegur anak-anaknya agar tidak ribut saat terawih. Kalau gak bisa tenang, mbok sekalian aja gak usah diajak terawih di musholla”

“Lho, kalau tidak terawih, musholla tidak ramai, Kang!” celetuk Kang Ri.

“Iya, Kang Mo. Musholla kita jadi kuburan nanti. Singup!” ujarku.

(more…)

Khutbah Jum’at, Masjid AR Fakhruddin 18/6/2010

Saya ingin mengajak hadirin sekalian untuk menggali nilai dalam kisah sufi yang mashur ini. Diceritakan ada seorang sufi yang berlaku keras terhadap dirinya agar tetap zuhud. Ia tinggal di sebuah gubuk sederhana di tepi sebuah hutan. Karena takutnya akan menjadi jauh dengan Sang Maha Kasih maka ia meninggalkan semua kesenangan dunia. Hari-harinya digunakan hanya untuk shalat dan berdzikir kepada-Nya. Ia makan dan minum hanya sedikit. Ia berpakaian sederhana saja. Di gubuknyapun tak ada perabot kecuali yang sederhana dan sekadar diperlukan. Tangannya tak pernah lepas memegang tasbih. Ia betul-betul menjaga diri agar dunia ini tidak membuatnya terlena.

(more…)