ANCUR

Posted: January 4, 2017 in celetukan
Tags: , ,

ancurTing tung” Satu pesan singkat masuk di handphone Kang Lis dari nomor yang tidak dikenal. Dibuka dan terbaca di layar: “Ass. Saya Fulan, jama’ah ustad. Ingin silaturrahmi. Apakah ustad ada di rumah?

Tanpa ada prasangka, Kang Lis segera nutul keybord Hpnya: “Wass. Iya, saya sedang di rumah. Monggo..

Iya, ustad. Segera meluncur. Terima kasih” jawaban dari seberang.

Jam di dinding menunjuk angka 05.15 sore, tatkala lelaki yang mengaku Fulan datang dan memarkir motor bututnya di depan rumah. Ia berperawakan pendek, ada sedikit botak, bertopi namun tak berhelm. Kang Lis tidak mengenalnya. Namun, tetap mempersilahkan masuk rumah sebagaimana tamu biasanya.

Read the rest of this entry »

BERDAMAI

Posted: January 2, 2017 in Uncategorized
Tags: , ,

berdamai“Maafkan aku, Pak!” tulis Yuk Ni melalui telepon pintar dalam satu chattingan.

“Maaf untuk apa?” balas Kang Man, singkat.

“Maaf atas semua keputusanku di masa lalu yang barangkali menyisakan rasa sakit di hatimu”

“Hehehehe” tulis Kang Man sambil menambahkan icon kepala botak dengan mulut terbuka lebar tanda tertawa.

“Mengapa tertawa? Saya serius, Pak! Please deh!

“Saya juga serius, Bu!”

“Serius apa? La wong tertawa begitu?”

“Ya, serius menertawakan masa lalu kita”

Read the rest of this entry »

ONTEL

Posted: January 1, 2017 in celetukan
Tags: , , ,

ontelYa, ontel. Ada yang menyebutnya sepeda angin, atau sepeda kayuh. Dalam bahasa Arab disebut “darrajah” dengan dipanjangkan bacaan huruf Ra-nya. Kata “darrajah” ini seakar dengan “darajah” yang berarti derajat, harkat atau martabat. Menyaksikan ontel tua ini , terbawa ingatan pada seseorang yang memiliki derajat tinggi di hadapan Tuhan karena kesederhanaan, ketulusan, takzim kepada guru, dan pengabdiannya dalam kebajikan kepada sesama. Ya, ontel tua ini menjadi saksi bisu perjalanan almarhum. Seandainya ditemukan teknologi pemindah rekaman peristiwa yang tersimpan dalam setiap benda, maka ontel ini akan berkisah banyak tentang tapak laku sang tokoh sederhana ini.

Read the rest of this entry »

waktuRenungan Tahun Baru

Saat ini kita ada di penghujung tahun 2016, dan akan memasuki awal tahun baru 2017M. Biasanya kebanyakan manusia bergembira menyambutnya. Dihitungnya detik-detik pergantian tahun itu dengan perlahan, dan kala jarum jam menunjuk pukul 24.00, ramai-ramai manusia mengucapkan selamat tahun baru.

Suasana lalu menjadi semakin bergemuruh, kemeriahan semakin bertambah. Tiupan terompet tak henti-hentinya mengilikitik telinga. Permainan cahaya kembang api elok dipandang mata.

Dan tak kalah dengan keramaian di lapangan kota, mereka yang di tengah kampung pun ikut latah. Disulutnya sumbuh petasan, lalu gelegarnya saling bekejaran serasa hen hendak merobek kendang telingah.  Intinya, semua tertawa riang bergembira. Namun, sabda alam selalu mengajarkan harmoni. Bahwa bersama keramaian, selalu membonceng kesunyian. Di balik kegembiraan, sesungguhnya mengintip kesedihan.

Read the rest of this entry »

TEGAR

Posted: December 28, 2016 in Uncategorized
Tags: , , ,

tegarBenarlah Tuhan dengan segala firman-Nya. Hari-hari akan dipergilirkan di antara manusia, tanpa bisa menolaknya. Pagi bahagia, sore nestapa. Sama halnya alam semesta bersabda: tak selamanya langit cerah berawan, adakalanya juga mendung berhujan. Begitulah sunnah kehidupan, rodanya terus berputar. Dan bagi orang beriman di situlah ada ujian. Siapa yang mampu tegar dengan syukur dan sabar, dialah yang mendekap keberkahan.

Read the rest of this entry »

GODAAN

Posted: December 27, 2016 in celetukan
Tags: , , ,

godaanDuduk sendiri di depan rumah kontrakan, pikiran Kang Paat menerawang menembus batas waktu. Ada sesal, mengapa ia tidak pula cerdas membaca tanda zaman. Ada derita, mengapa ia tidak pula mau mendengarkan petuah kyainya. Ada nestapa, mengapa ia tidak pula kuasa menghadapi godaan dunia. Teringat ia tentang kesuksesan bisnis yang dirintisnya dari nol. Terlintas ia tentang rumah besar yang dibangun dari keringatnya. Terbayang ia tentang dua mobil mewah yang selalu menjadi kakinya. Terkenang ia tentang isteri setia beserta anak-anaknya yang ceria. Semua tinggal menjadi lukisan usang berbingkai pigura lusuh. Tersisa luka saat melihatnya.

Hidup, penuh misteri. Hanya Tuhanlah yang punya kunci gaibnya. Manusia bodoh akan lajunya. Esok hari tak tahu apa yang akan didapatinya. Tak mengerti pula di bumi mana, jasad kan dimatikannya. Kang Paat sangat hafal ayat itu. Namun sesal sekarang tiada guna, ia alpa untuk mentadaburinya.

Read the rest of this entry »

POLIGAMI

Posted: December 24, 2016 in celetukan
Tags: , ,

poligamiKang To tidak pernah membayangkan ini terjadi dalam hidupnya. Selain tidak ada riwayat atau contoh faktual dalam keluarganya, juga karena cintanya pada perempuan yang dinikahi dua puluh lima tahun lalu itu tak berkurang sedikitpun. Ia merasa sangat bahagia hidup bersama Yuk Tun, seorang guru TK di kampungnya, walaupun sampai saat ini belum dikaruniai semata wayang pun buah dari cintanya.

Bagi Kang To, anak adalah titipan. Sebagaimana hidup ini juga amanah, anakpun demikian. Sang Pemberi Sejati mungkin punya penilaian terbaik mengapa ia tidak diamanahi seorang buah hati walaupun sudah demikian maksimal dalam kadar ihtiarnya sebagai hamba. Dan ia sepenuhnya berserah diri. Ia merasa bodoh akan laju kehidupannya ke depan, karenanya ia hanya belajar bersyukur dengan menikmati keberduaan bersama sang istri tercinta. Ia bertekad untuk menyayangi Yuk Tun apa adanya hingga ajal tak bisa ditolaknya. Saling berbagi dan memberi, saling menjaga dan menyempurna walaupun tak seindah jika ada ananda. Intinya, Kang To ingin hidup apa adanya bersama Yuk Tun. Tidak pernah terbayang sedikitpun, angan-angan apalagi kebutuhan untuk memadu istrinya walaupun sejatinya secara materi ia mampu, karena anugerah rizki berlimpah di genggamannya.

Read the rest of this entry »