Archive for the ‘wawasan al-Qur`an’ Category

“Masih ingatkah engkau kasus Kyai Roy?” tanya Mehdi dalam perjalanan pulang kuliah.

“Kyai Roy, siapa?” kata Fayas balik bertanya.

“Mantan petinju yang mengajarkan shalat dwibahasa itu lho?”

“Buat apa pula kamu menanyakan itu?”

“Ini penting”

“Penting apanya?”

“buat saya ini memunculkan suatu tanya: Mengapa hal ini bisa terjadi? Terlepas kontroversi, boleh atau tidaknya, bukankah ini akan memunculkan Roy-Roy yang lain ketika mereka merasa lebih mengerti, lebih sreg, saat ayat al-Qur`an yang mereka baca di dalam shalat diterjemahkan ke dalam bahasa ibu mereka?” urai Mehdi

(more…)

Advertisements

“Sungguh tepat penamaan al-Qur`an oleh Allah sendiri, yang secara harfiah berarti ‘bacaan sempurna’, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi al-Qur`an”

Mehdi penasaran dengan apa yang ia baca dari catatan kecilnya itu. Sebagai seseorang yang menerima Islam karena warisan orang tua, ia tidak pernah menyadari bahwa kitab suci yang ia imani sehebat itu. Benarkah al-Qur`an sebagai bacaan tidak ada yang menandingi? Mehdi mencoba membuka kembali buku kasykulnya. Di sana tertulis buku referensi: Wawasan al-Qur`an, Quraish Shihab, halaman 3. Seketika ia pergi ke perpustakaan Studi Islam UMM, dan memburu buku yang ditulis oleh Doktor ilmu-ilmu al-Qur`an dari al-Azhar University itu. Ia mendapatinya di rak bagian ulum al-Qur`an. Dibukanya buku itu dan dibaca dengan perlahan:

(more…)

Hari yang disepakati oleh Fayas dan Mahdi tiba. Mereka berdua sepakat bertemu di Perpustakaan Studi Islam UMM ba’da asyar untuk mengkolaborasikan apa yang mereka baca tentang topik pertama, yakni pengertian al-Qur`an.

(more…)

Sepulang dari pertemuan pertama Mata Kuliah Wawasan Dasar al-Qur`an, Fayaz termotivasi dengan gaya perkuliahan Pak Mahmudi. Tidak seperti biasanya, katanya dalam hati, dosen yang satu ini mencoba melibatkan mahasiswa-mahasiswanya dalam merumuskan sendiri apa yang ingin mereka pelajari. Ia masih ingat bagaimana dalam pertemuan tadi Pak Mahmudi mengajak peserta didiknya untuk melakukan assessment terhadap kebutuhan belajarnya (learning need).

(more…)