Archive for the ‘catatan perjalanan’ Category

HARI KETIGABELAS, KAMIS, 06 DESEMBER 2007

Hari ini saya habiskan waktunya untuk mengikuti kuliah seperti biasa. Hanya saja sorenya ada kuliah tambahan mengenai Methode Menghafal al-Qur`an yang disampaikan oleh Ghulam Hosein, seorang Hafidz Qur`an. Di Iran, walaupun pembelajaran bahasa Arabnya bisa disebut tidak sukses, namun penghafal Qur`an amatlah banyak jumlahnya. Di sini, penghafal Qur`an tidak hanya hafal ayat-ayat kitab suci itu, tetapi juga beserta halaman, nomor ayat dan juznya.

(more…)

HARI KESEPULUH, SENIN, 03 DESEMBER 2007

Hari ini saya lalui dengan berkuliah mulai pagi hingga sore, tiga materi. Terasa menjemukan sih.. duduk berlama-lama di bangku kelas.

Malam harinya saya keluar, berjalan kaki bersama pak Sasmito dan pak Narto ke pasar tradisional yang terletak di kawasan makam Sayyida Fathima untuk membeli sepatu olahraga. Lumayan juga jaraknya, cukup membuat darah mengalir deras ke ujung kaki. Di sana kami hanya sekadar melihat-lihat. Niat semula untuk membeli sepatu tidak terlaksana. Selain desainnya tidak ada yang menarik selera, juga tidak ada yang pas ukurannya untuk kaki Pak Sas yang superjumbo. Akhirnya kami memutuskan pulang ke Hauzah, lagi-lagi dengan jalan kaki.

(more…)

HARI KEDELAPAN, SABTU, 01 DESEMBER 2007 (FUTSAL)

Hari ini, saya mengikuti kuliah seperti biasa. Jam pertama oleh al-Zubdawi. Jam kedua oleh Virjee, dan jam ketiga di sore hari oleh Sayyid Mahmood Musawi tentang Islamic Philosophy.

Shalat maghrib-Isya baru saja dilaksanakan berjama’ah di mushala bawah tanah, tatkala Sayyid Mas’udi, staff bagian kemahasiswaan, berdiri di depan jama’ah lalu mengumumkan dengan berbahasa Arab bahwa malam ini ada kegiatan futsal, barang siapa yang berminat harap segera bersiap-siap, setelah makan malam, di depan gerbang asrama. “Wah asyik juga nih” pikir saya, “dah lama hobi ini tak tersalurkan. Selain itu juga untuk lebih banyak mengenal sesuatu yang belum diketahui di sini”.

(more…)

Hari ketujuh, Jum’at, 30 Nopember 2007

Hari ini, hari libur dari pembelajaran di kelas. Saya memanfaatkannya untuk bermain tenis meja di lantai bawah tanah bersama beberapa kawan. Setelah itu mencuci pakaian dan mandi Jum’at. Saat ini musim dingin, tidak lazim di sini adat Indonesia “mandi setiap hari”, apalagi tiga kali sehari. Saya mandi paling banyak dua kali seminggu. Walaupun begitu, jangan dikira badan akan dekil atau bau. Hal itu karena di udaranya kering, sehingga badan tidak pernah keringatan. Cucian cukup diperas di mesin cuci lalu digantungkan di kamar mandi dan dalam beberapa jam akan kering sendiri.

(more…)

belajar bersama virjeeHARI KEEMPAT, SELASA, 27 NOPEMBER 2007

Pada hari ini, saya hanya kuliah di kelas. Pada jam pertama, Tafsir Maudlu’i oleh Chandoo. Jam kedua, Irfan oleh Virjee. Dan sorenya oleh al-Hakim tentang Tasyayyu’. Kuliah di sini tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, metode penyampaian materinya lebih banyak dengan ceramah dan diakhiri dengan dialog sebelum jam studi berakhir. Seperti biasa.. bila kebosanan datang, kantukpun ikut menyerang.

(more…)

HARI KETIGA, SENIN, 26 NOPEMBER 2007

Hari ini merupakan hari pertama saya untuk belajar di kelas. Pembelajaran dimulai pukul 8.30. Saya dan 14 peserta lainnya dengan background keilmuan yang berbeda-beda menjadi satu kelas tersendiri. Selain kelas kami ternyata ada kelas lain, program shortcourse juga, yang pesertanya dari aneka ragam bangsa seperti Cina, Pantai Gading, Nigeria, Kenya dan Tanzania. Matakuliah yang pertama adalah Tafsir Tematik dengan pokok bahasan Cosmology in Islamic Perspective oleh Jabir Chandoo asal Tanzania dengan pengantar bahasa Inggris. Pukul 10.00 dilanjutkan matakuliah The Foundation of Irfan oleh Abbas Ahmed Virjee asal London, dengan pengantar bahasa Inggris dan diselingi bahasa Arab.

(more…)

HARI KEDUA, AHAD, 25 NOPEMBER 2007
Nampaknya, apa yang saya rasakan juga dialami oleh para peserta lain. “Indonesian sense” begitulah. Yakni keinginan untuk mengabari keluarga bahwa telah sampai di negeri tujuan. Namun hampir semua HP yang dibawa tidak bisa mengenali jaringan. Akhirnya, mumpung masih belum ada kegiatan, sebagian peserta memutuskan keluar asrama, jalan-jalan. Sambil berniat membeli kartu perdana juga menikmati suasana kota Qum.
(more…)