Archive for January, 2017

KEMBALIAN

Posted: January 30, 2017 in celetukan
Tags: , , ,

kembalianYuk Na merasa sangat khawatir. Sambil menggendong oroknya ia mondar-mandir, gelisah. Jarum jam di dinding menunjuk angka 1.30 siang, namun si Endut, anak keduanya tak kunjung pulang ke rumah. Ia kontak HP suaminya berkali-kali, namun hanya suara perempuan penunggu telepon yang tidak bosan meminta maaf. Mau menyuruh anak sulungnya untuk mencari sang adik, ia sedang diajak ke rumah Budenya. Mau berangkat sendiri, hari sedang hujan lebat disertai petir bersahutan. Hati Yuk Na semakin galau, tak karuan.

Tidak seperti biasanya, si Endut pulang lama seusai shalat Jum’at. Yuk Na teringat anak lelaki yang baru duduk di bangku TK itu saat berangkat jum’atan. Ia meminta uang untuk dimasukkan kotak amal sebagaimana Yuk Na ajarkan. Ia beri selembar uang Rp. 5000an karena tidak ditemukan di dompet lembaran atau recehan Rp. 2000an. Namun sampai sekarang mengapa anak itu belum juga kembali ke pangkuannya. Yuk Na semakin gelisah.

(more…)

Advertisements

GOBLOK [3]

Posted: January 29, 2017 in celetukan
Tags: , ,

boblok1Sungguh semakin saya mengamati kebiasaan hidup Mbah Jiman, semakin tidak bisa mengerti. Jadinya… yang goblok itu saya atau dia? Kalau boleh sedikit sombong, mungkin dialah yang goblok. Bagi saya, definisi goblok itu gampang saja. Siapa yang tidak menggunakan akal rasionya dalam melakoni kehidupan, dialah yang goblok. Dan saya kira itu cocok dengan apa yang pernah dikatakan orang tua itu: “Jalani saja hidup ini secara goblok!”.

(more…)

GOBLOK [2]

Posted: January 21, 2017 in celetukan
Tags: , ,

goblok-2“Tolong buka kacanya, Dul” pinta Mbah Jiman kepadaku saat ada pengemis mendekati mobil kami yang sedang berhenti di bawah lampu merah.

Kubuka kaca jendela di samping kiri Mbah Jiman secara otomatis dari sentral lock di sebelah kananku. Ia merogoh kantong bajunya dan dengan cepat ia berikan lembaran Sepuluh Ribu rupiah kepada sang pengemis, seraya berucap: “Nyuwun pandongane, Bu njih…

Agak terkejut, sang pengemis cepat menyambar lembaran merah itu. Ia hanya menunduk, tanpa berucap satu katapun. Lalu segera berpindah ke mobil berikutnya.

“Tidak salah, Mbah?” tanyaku sambil pelan kuinjak gas mobil saat lampu hijau menyala, “Uang Sepuluh Ribu akan memanjakan mereka untuk tetap menjadi pengemis loh”

“Ya, sekali-kali menyenangkan pengemis kan yo… apik toh, Dul?” jawabnya tidak serius.

(more…)

GOBLOK [1]

Posted: January 11, 2017 in celetukan
Tags: , ,

goblokDi kampungku, ia biasa dipanggil Mbah Jiman. Nama aslinya Abdurrahman. Sejak dalam kandungan ia mungkin ditakdirkan dari keluarga kaya. Tidak heran jika umur sepuluh tahun ia telah dihajikan oleh orangtuanya, sehingga tersematlah sebutan kaji di deretan namanya: Kaji Abdurrahman. Biasa, untuk enaknya, teman sepermainan lalu memanggilnya dengan nama pendek “Jiman”.

Kata banyak orang, mungkin berangkat dari pengalaman dan pengamatan, harta warisan biasanya jarang bisa berkembang di tangan ahli waris. Kalau orang tua atau pewaris tak berhasil mendidik anak-anaknya menjadi berkeadaban, biasanya harta warisan yang ditinggalkan ludes karena diperebutkan. Demikian pula, jika beruntung sang pewaris bisa menghantarkan anak-anaknya menjadi para shalihin yang beradab, kebanyakan secara kasat mata harta warisan setelah dibagi juga tidak mampu dikembangkan secemerlang orangtuanya. Kang No, tetanggaku yang pernah kuliah mengatakan: “Semua anak mewarisi DNA ayahnya, tetapi belum tentu membawa pula takdirnya”. Kang Lim, tetanggaku yang guru bilang: “Makanya, wariskanlah kepada anakmu akhlak dan etos hidup yang baik, karena ia membawa nasibnya sendiri-sendiri”.

(more…)

ANCUR

Posted: January 4, 2017 in celetukan
Tags: , ,

ancurTing tung” Satu pesan singkat masuk di handphone Kang Lis dari nomor yang tidak dikenal. Dibuka dan terbaca di layar: “Ass. Saya Fulan, jama’ah ustad. Ingin silaturrahmi. Apakah ustad ada di rumah?

Tanpa ada prasangka, Kang Lis segera nutul keybord Hpnya: “Wass. Iya, saya sedang di rumah. Monggo..

Iya, ustad. Segera meluncur. Terima kasih” jawaban dari seberang.

Jam di dinding menunjuk angka 05.15 sore, tatkala lelaki yang mengaku Fulan datang dan memarkir motor bututnya di depan rumah. Ia berperawakan pendek, ada sedikit botak, bertopi namun tak berhelm. Kang Lis tidak mengenalnya. Namun, tetap mempersilahkan masuk rumah sebagaimana tamu biasanya.

(more…)

BERDAMAI

Posted: January 2, 2017 in Uncategorized
Tags: , ,

berdamai“Maafkan aku, Pak!” tulis Yuk Ni melalui telepon pintar dalam satu chattingan.

“Maaf untuk apa?” balas Kang Man, singkat.

“Maaf atas semua keputusanku di masa lalu yang barangkali menyisakan rasa sakit di hatimu”

“Hehehehe” tulis Kang Man sambil menambahkan icon kepala botak dengan mulut terbuka lebar tanda tertawa.

“Mengapa tertawa? Saya serius, Pak! Please deh!

“Saya juga serius, Bu!”

“Serius apa? La wong tertawa begitu?”

“Ya, serius menertawakan masa lalu kita”

(more…)

ONTEL

Posted: January 1, 2017 in celetukan
Tags: , , ,

ontelYa, ontel. Ada yang menyebutnya sepeda angin, atau sepeda kayuh. Dalam bahasa Arab disebut “darrajah” dengan dipanjangkan bacaan huruf Ra-nya. Kata “darrajah” ini seakar dengan “darajah” yang berarti derajat, harkat atau martabat. Menyaksikan ontel tua ini , terbawa ingatan pada seseorang yang memiliki derajat tinggi di hadapan Tuhan karena kesederhanaan, ketulusan, takzim kepada guru, dan pengabdiannya dalam kebajikan kepada sesama. Ya, ontel tua ini menjadi saksi bisu perjalanan almarhum. Seandainya ditemukan teknologi pemindah rekaman peristiwa yang tersimpan dalam setiap benda, maka ontel ini akan berkisah banyak tentang tapak laku sang tokoh sederhana ini.

(more…)