Archive for December, 2016

waktuRenungan Tahun Baru

Saat ini kita ada di penghujung tahun 2016, dan akan memasuki awal tahun baru 2017M. Biasanya kebanyakan manusia bergembira menyambutnya. Dihitungnya detik-detik pergantian tahun itu dengan perlahan, dan kala jarum jam menunjuk pukul 24.00, ramai-ramai manusia mengucapkan selamat tahun baru.

Suasana lalu menjadi semakin bergemuruh, kemeriahan semakin bertambah. Tiupan terompet tak henti-hentinya mengilikitik telinga. Permainan cahaya kembang api elok dipandang mata.

Dan tak kalah dengan keramaian di lapangan kota, mereka yang di tengah kampung pun ikut latah. Disulutnya sumbuh petasan, lalu gelegarnya saling bekejaran serasa hen hendak merobek kendang telingah.  Intinya, semua tertawa riang bergembira. Namun, sabda alam selalu mengajarkan harmoni. Bahwa bersama keramaian, selalu membonceng kesunyian. Di balik kegembiraan, sesungguhnya mengintip kesedihan.

(more…)

TEGAR

Posted: December 28, 2016 in Uncategorized
Tags: , , ,

tegarBenarlah Tuhan dengan segala firman-Nya. Hari-hari akan dipergilirkan di antara manusia, tanpa bisa menolaknya. Pagi bahagia, sore nestapa. Sama halnya alam semesta bersabda: tak selamanya langit cerah berawan, adakalanya juga mendung berhujan. Begitulah sunnah kehidupan, rodanya terus berputar. Dan bagi orang beriman di situlah ada ujian. Siapa yang mampu tegar dengan syukur dan sabar, dialah yang mendekap keberkahan.

(more…)

GODAAN

Posted: December 27, 2016 in celetukan
Tags: , , ,

godaanDuduk sendiri di depan rumah kontrakan, pikiran Kang Paat menerawang menembus batas waktu. Ada sesal, mengapa ia tidak pula cerdas membaca tanda zaman. Ada derita, mengapa ia tidak pula mau mendengarkan petuah kyainya. Ada nestapa, mengapa ia tidak pula kuasa menghadapi godaan dunia. Teringat ia tentang kesuksesan bisnis yang dirintisnya dari nol. Terlintas ia tentang rumah besar yang dibangun dari keringatnya. Terbayang ia tentang dua mobil mewah yang selalu menjadi kakinya. Terkenang ia tentang isteri setia beserta anak-anaknya yang ceria. Semua tinggal menjadi lukisan usang berbingkai pigura lusuh. Tersisa luka saat melihatnya.

Hidup, penuh misteri. Hanya Tuhanlah yang punya kunci gaibnya. Manusia bodoh akan lajunya. Esok hari tak tahu apa yang akan didapatinya. Tak mengerti pula di bumi mana, jasad kan dimatikannya. Kang Paat sangat hafal ayat itu. Namun sesal sekarang tiada guna, ia alpa untuk mentadaburinya.

(more…)

POLIGAMI

Posted: December 24, 2016 in celetukan
Tags: , ,

poligamiKang To tidak pernah membayangkan ini terjadi dalam hidupnya. Selain tidak ada riwayat atau contoh faktual dalam keluarganya, juga karena cintanya pada perempuan yang dinikahi dua puluh lima tahun lalu itu tak berkurang sedikitpun. Ia merasa sangat bahagia hidup bersama Yuk Tun, seorang guru TK di kampungnya, walaupun sampai saat ini belum dikaruniai semata wayang pun buah dari cintanya.

Bagi Kang To, anak adalah titipan. Sebagaimana hidup ini juga amanah, anakpun demikian. Sang Pemberi Sejati mungkin punya penilaian terbaik mengapa ia tidak diamanahi seorang buah hati walaupun sudah demikian maksimal dalam kadar ihtiarnya sebagai hamba. Dan ia sepenuhnya berserah diri. Ia merasa bodoh akan laju kehidupannya ke depan, karenanya ia hanya belajar bersyukur dengan menikmati keberduaan bersama sang istri tercinta. Ia bertekad untuk menyayangi Yuk Tun apa adanya hingga ajal tak bisa ditolaknya. Saling berbagi dan memberi, saling menjaga dan menyempurna walaupun tak seindah jika ada ananda. Intinya, Kang To ingin hidup apa adanya bersama Yuk Tun. Tidak pernah terbayang sedikitpun, angan-angan apalagi kebutuhan untuk memadu istrinya walaupun sejatinya secara materi ia mampu, karena anugerah rizki berlimpah di genggamannya.

(more…)