BULE

Posted: October 3, 2013 in celetukan
Tags: , , ,
keberbedaan

mahayana-mahadewa.com

Yu Ila, istri Kang Marno, dengan sedikit menahan keberanian mengatakan pada suaminya bahwa untuk sementara tidak usah menjadi hostfam (homestay bagi mahasiswa sing) dulu.

“Loh, kenapa, bu?” Tanya Kang Marno penasaran, karena selama ada bule tinggal di rumahnya, ia melihat sang istri senang aja. Demikian pula dengan anak-anaknya. Semuanya happy.

“Ya pokoknya, untuk sementara jangan dulu lah!” Jawab Yu Ila singkat, tanpa memberi alasan.

“Kalau sudah kena pokoknya, ya.. mandek, bu!” komentar Kang Marno.

“Pokoknya, ya begitu..”

“Tapi kan ada alasannya bu?”

“Pokoknya ya pokoknya, titik!” ujar Yu Ila sewot.

“Gini loh bu…”, belum selesai Kang Marno melanjutkan, mata Yu Ila melotot, menatap tajam kepadanya. Namun namanya Kang Marno, dipelototin begitu malah ia cengengesan persis seperti anak-anak saat dimarahi ibunya. Bukannya takut, tapi sedikit salah tingkah. Satu hal yang ia takuti dari istrinya adalah boikot: tidak mau member jatah malam Jum’at!

Gini loh, Cin…” Kang Marno mencoba lagi.

“Heih!!” sambil Yu Ila mendelik.

“Ini ada unsur dakwahnya..” lanjut Kang Marno.

“Awas, kalau diteruskan!” Yu Ila masih membesarkan bola matanya.

“dan.. juga pendidikan” Kang Marno tak mau berhenti.

“Stop!!” sambil tangan Yu Ila membungkam mulut suaminya.

Kang Marno, bagaimanapun masih menang kuat dari istrinya. Sehingga dengan mudah mampu melepaskan tangan Yu Ila dari mulutnya, lalu mengatakan: “kebaikan yang kita berikan kepada bule adalah dakwah baginya, bu..”

“Wis, kang. Jangan dilanjutkan. Saya paham itu!” ujar Yu Ila sedikit menjerit.

“dan..” Namanya Kang Marno, ia pun tidak mau berhenti ngomong, “keberbedaan bahasa, kulit, rambut, agama, kebiasaan dan karakter sang bule adalah pembelajaran buat kita dan anak-anak kita..”

“Iya, Kang.. saya mengerti itu..” Yu Ila sambil mau menangis.

“Kita ingin membuktikan bahwa orang Islam itu tidak seperti yang dituduhkan orang Barat. Muslim adalah dia yang bisa berbuat baik kepada siapapun. Dan kita telah menunjukkan itu”.

“Sudah, Kang.. mohon jangan dilanjutkan!” Yu Ila mulai sembab matanya.

“dan keberbedaan yg ditunjukkan bule itu adalah pembelajaran buat kita terutama anak-anak, bahwa Tuhan menciptakan manusia itu berbeda-beda agar kita saling mengerti dan menghormati..”

“Sudah Kang, jangan dilanjutkan hi hi hi hi” mulai jebol pertahanan Yu Ila, ia menangis, “ Saya tahu dan paham semua itu, Kang! Saya mengerti!”

“Lalu, apa yang membuatmu tidak mau menerima bule lagi?” desak Kang Marno.

Sambil menangis kencang, Yu Ila menjawab: “Saya tidak kuasa saat berpisah dengan bule itu, Kang.. hihihihi”.[]

 

Joyosuko metro, 3/10/2013

Comments
  1. Allene Shew says:

    suboxone withdrawal symptoms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s