KEMBANG MUSHOLLA

Posted: July 23, 2012 in celetukan
Tags: , , , ,

“Dul, mbok dibilangin toh tetanggamu itu..” kata Kang Mo saat kongkow sehabis tadarusan malam di musholla.

“Tetangga, siapa? Sampean kan yo.. tetangga juga!” ujarku sambil guyon.

“Itu lho.. yang sebelah kanan rumahmu”

“Oh, Kang Mail??”

“Mbok minta tolong, untuk menegur anak-anaknya agar tidak ribut saat terawih. Kalau gak bisa tenang, mbok sekalian aja gak usah diajak terawih di musholla”

“Lho, kalau tidak terawih, musholla tidak ramai, Kang!” celetuk Kang Ri.

“Iya, Kang Mo. Musholla kita jadi kuburan nanti. Singup!” ujarku.

“Ya, nggak begitu.. tapi ramainya udah keterlaluan. Banyak jama’ah mengeluh tidak bisa khusuk dalam shalatnya. Malah itu, yang paling besar, udah kelas lima tapi polanya kayak kanak-kanak. Apa tidak diajari oleh orangtuanya kalau sholat itu mesti tenang..”

“Sebentar, Mo. Ini penilaian jamaah atau sampean sendiri?” Tanya Kang Ri, “kok, sampai perhatian sedetil itu..”

“Itu nggak penting, Ri. Penilaian jamaah atau pribadi. Kenyataannya begitu” Jawab Kang Mo agak sewot, “Saya yakin, jamaah melihatnya sama. Malah saya terganggu itu, kalau si Mail jadi imam. Masak jadi imam kok sambil nggendong anak. Belum lagi, anaknya yang paling kecil itu suka usil lagi. Masak sarung bapaknya pas ngimami dibuka-buka, bahkan dimasuki. Saya jadi makmum di belakangnya  kan yo terganggu. Antara pingin tertawa dan gemes. Bagaimana bisa khusuk kalau begini?” lanjutnya berapi-api.

“Itulah tantangan shalat khusuk, Mo!” canda Kang Ri.

“Tantangan jidatmu, Ri!” ujar Kang Mo bersungut-sungut.

“Dul, Kayaknya saya pernah dengar ada riwayat kalau Kanjeng Nabi juga tidak jarang ngimami sambil nggendong cucunya, Hasan Husen. Iya kan?” Tanya Kang Ri.

“Iya, Kang. Saya juga pernah dengar riwayat itu” jawabku.

“Berarti, kan gak papa, Mo. Ngimami sambil gendong anak. Bahkan konon, ketika Kanjeng Nabi sujud, dinaikin sama cucunya dibuat kuda-kudaan. Iya kan Dul??” ujar kang Ri minta penegasan.

“Iya, sih..” ujarku singkat.

“Tapi ada nggak, Dul, riwayat yang menceritakan bahwa cucu Kanjeng Nabi, nyingkap bahkan masuk ke jubah beliau saat shalat???” Tanya Kang Mo serius.

“Hahahahahahha” saya dan Kang Ri sepontan ngakak.

“Serius ini saya. Ada nggak, Dul??” Tanya Kang Mo dengan urat menegang.

“Kalau itu, saya gak pernah tahu Kang hehehe”

“Makanya, selaku takmir, mbok sampean tegur tuh, si Mail. Mbok mikirin juga kekhusukan jamaah yang lain..” pinta Kang Mo.

“Lha, sampean yang sering terganggu.. ya, sampean tegur sendiri toh, Mo!” kata Kang Ri.

Nggak, ah!” ujar Kang Mo singkat.

“lho, kenapa?” kejar Kang Ri.

“Ya nggak kenapa-napa!”

“Lha, kalau nggak kenapa-napa, tegur aja sendiri. Kan lebih baik. Biar tidak ada fitnah. Iya kan Dul?”

Nggak, ah!” ujar Kang Mo.

Nggak, apa?!” kejar Kang Ri.

“Nggak berani!” jawab Kang Mo, ndeluwek. Spontan, saya dan kang Ri tertawa ngakak..[]

Joyosuko Metro, 23/7/2012

Comments
  1. abdulrahman says:

    masih penasaran akhir ceritanya

  2. nada says:

    kereeeeennn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s