ISBAT

Posted: July 20, 2012 in celetukan
Tags: , ,

Kamis Sore, 19 Juli 2012

“Dul, kamu kapan mulai puasa” tanya Kang Ri sehabis berjamaah shalat Asyar di musholla sebelah rumah .

“Ya awal Ramadhan lha, Kang!” jawabku, mantap.

“Itu, ya udah jelas dong. Semua juga puasa satu Ramadhan. Masak, satu syawal? Maksudku..”

“Hehehe, kalau itu saya nunggu sidang isbat pemerintah aja deh. Kata banyak orang, pemerintah kan Ulil Amri yang wajib ditaati”

“ Ohh gitu ya? Berarti kamu mulai puasa hari sabtu dong?” Tanya Kang Ri, mengejar.

“Lho, kok tahu, Kang? Kan Ulil Amri belum memutuskan” kataku balik bertanya.

“Kan bisa ditebak hasilnya?”

“Wui, Kang Ri weruh sakdurunge winara, rek!”

“Gak perlu begitu Dul, untuk tahu itu”

“Kok, bisa?” tanyaku heran.

“Kan setiap tahun juga begitu. Pemerintah sudah punya keputusan, isbat hanya sidang ketuk palu”

“Maksud Kang Ri, sidang isbat itu hanya .. hanya..”

“hanya hanya, apa Dul? Jangan ngambang gitu dong. Nanti bisa disalah tafsirkan lho..”

“Maksud Kang Ri?”

“Bisa aja orang bilang, hanya pentas seni!”

“Kok bisa? Apa hubungannya? Kan gak ada tari-tarian atau nyanyi-nyayian, Kang?”

“Ya seni berceramah, seni menuangkan dalil-dalil agama, dan seni menyatakan kebenaran ijtihadnya sambil kalau bisa menyalahkan ijtihad yang berbeda” Ujar Kang Ri, berapi-api.

“Tapi itu penting lho Kang, sebagai sarana pembelajaran buat yang awam seperti saya ini” kataku membela.

“Apa yang tidak penting di negeri ini untuk pembelajaran, Dul?  Semua juga penting dilihat dari siapa yang punya kepentingan hehehe”

“Maksud Kang Ri?” tanyaku, spontan.

“Kamu kan guru Dul. Masak dari tadi nggak nyantol terus?”

“Iya sih saya guru, tapi kan bukan guru agama Kang? Ya sorry deh.. saya awam dan tidak punya otoritas di bidang ini. Tapi ngomong-ngomong, kalau boleh tahu kayaknya  Kang Ri Jumat besuk ya mulai puasanya?”

“Ya iya dong. Saya haqqul yaqin besuk awal puasa Ramadhan 1433H” jawab Kang Ri, mantap.

 

Kamis Malam..

“Lho Kang, kok gak ikut shalat tarawih. Katanya besuk sudah mulai puasa?” kataku saat sama-sama keluar dari musholah sehabis berjama’ah Isya, “sudah berubah, ikut sabtu ya??..”

“Tidak, tetap besuk saya berpuasa”

“Lha, sekarang kok keluar dari mushalla?”

“Ya, menghormati pilihan istri dan anak-anakku. Semuanya ikut pemerintah, puasa sabtu. Sekalian mau lihat sidang isbat”

“Buat apa Kang? Katanya sudah mantap, mengapa pula nunggu ketetapan pemerintah?”

“Ya seperti yang kamu bilang, buat pembelajaran bagi saya”

“Belajar apa kang, kalau sudah mantap?”

“Belajar bahwa orang awam seperti saya harus biasa berbeda dan menghormati keberbedaan walaupun orang-orang yang mesti saya ikuti biasa gontok-gontokan..”

“Kalau masalah itu, kita tidak berbeda, Kang! Pissss” kataku sebelum berpisah.

“Pretttttt!!!” Jawabnya, mantap.[]

Joyosuko Metro, 20/7/2012

Comments
  1. Appreciate it for this howling post, I am glad I observed this internet site on yahoo.

  2. ery_tebar@ymail.com says:

    i like it ustadz..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s