Archive for July, 2012

DIBELENGGU

Posted: July 30, 2012 in celetukan
Tags: , , , ,

Warga RTku geger. Kemarin malam ada lagi yang kemalingan. Rumah Kang Tono dibobol pencuri. Sepeda gunung seharga satu juta lima ratus, helm, dan sepatu amblas. Minggu sebelumnya, deretan warung makan semi-permanen yang terletak di satu area depan jalan besar juga sama. Masing-masing digondol tabung elpiji, kompor, atau televisinya. Bahkan tidak sungkan, kotak amal pembangunan masjid di tiap warung itu juga ikut diembatnya. Minggu sebelumnya lagi, kamar mahasiswa penjaga musholla juga disatroni. Dua laptop melayang dalam sekejap saat ditinggal berjamah shalat isya’ di lantai dua.

Seperti biasa setelah banyak kerugian dan keluhan warga, Pak RT baru bereaksi, terlambat. Ia mengumpulkan warganya untuk merapatkan barisan dan disepakati ronda diaktifkan kembali.

 -oOo-

                (more…)

Advertisements

MOGOK

Posted: July 29, 2012 in celetukan
Tags: , , , ,

Yu Patim, istri Kang Ri, ngamuk. Karena sejak awal puasa hanya diberi janji saja oleh suaminya. Ia ingin bisa bersembayang terawih di Masjid Agung, namun tidak pernah bisa kesampaian karena Kang Ri tidak pernah mau mengantarnya dengan pelbagai alasan.

Lha piye toh, Bu. Jarak kampung kita dengan masjid agung kan ya jauh. Sebelas kiloan” kata Kang Ri.

“Sebelas kilo aja kok ya jauh toh, Pak?! Paling ya hanya seperempat jam, sampai!” ujar Yu Patim, sewot.

“Itu kalau nggak macet, Bu” sanggah Kang Ri, “Kalau jalanan macet ya bisa setengah jam-an, Bu..” kilah Kang Ri.

Walahhh Pak.. Pak! Jo kaken alasan. Kalau memang tidak mau nganter, bilang saja!”

“Bukan begitu, Bu..”

“Lha, apa? Kenyataannya begitu, kok!”

“Begini lho, Bu.. kalau perjalanan saja setengah jam, kan sampai Masjid Agung bisa terlambat. Lah wong di sana itu adzan, sebentar kemudian langsung iqomat jeh! Lha kalau terlambat kan ya tidak bisa menikmati” Kang Ri beralasan.

(more…)

KEMBANG MUSHOLLA

Posted: July 23, 2012 in celetukan
Tags: , , , ,

“Dul, mbok dibilangin toh tetanggamu itu..” kata Kang Mo saat kongkow sehabis tadarusan malam di musholla.

“Tetangga, siapa? Sampean kan yo.. tetangga juga!” ujarku sambil guyon.

“Itu lho.. yang sebelah kanan rumahmu”

“Oh, Kang Mail??”

“Mbok minta tolong, untuk menegur anak-anaknya agar tidak ribut saat terawih. Kalau gak bisa tenang, mbok sekalian aja gak usah diajak terawih di musholla”

“Lho, kalau tidak terawih, musholla tidak ramai, Kang!” celetuk Kang Ri.

“Iya, Kang Mo. Musholla kita jadi kuburan nanti. Singup!” ujarku.

(more…)

UNJUK RASA

Posted: July 22, 2012 in celetukan
Tags: , , , , ,

“Dul, ini bahaya. Bahaya Dul, kalau benar-benar terjadi!” kata Kang Ri dengan napas terengah-engah.

“Apa sih, Kang?” ucapku sesantai mungkin.

“Bahaya Dul. Ini sangat berbahaya..” masih dengan napas naik turun.

“Iya, apanya yang bahaya? Nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada pula gempa kok bahaya..”

Sweerrr Dul, kalau ini benar-benar terjadi, maka akan…”

“Bahaya!” kataku cepat nimpali.

“Benar,  katamu”

Lha, iya toh. Lha wong sampean dari tadi juga ngomong itu berulang-ulang..”

“Tapi ini bener lho Dul!” Kang Ri sedikit membentak.

“Iya, tapi itu apa? Bahaya, bahaya tok. Tapi tidak mau nyebutin!” kataku tidak kalah sewot.

“Itu lho, Dul. Jama’ah musholah kita at-Taubah berencana berunjuk rasa!”

“Berunjukrasa??” tanyaku sok terkejut. Sengaja biar terkesan ekspresif, dan Kang Ri jadi senang.

“Benar. Berunjukrasa!!” katanya tidak kalah ekspresif.

(more…)

LIKA LIKU

Posted: July 21, 2012 in celetukan
Tags: , , , , ,

Delapan belas tahun kami tidak bertemu, sepulang dari lokasi pengabdian di Medan dahulu. Kini berjumpa kembali. Parasnya tidak banyak berubah, hanya sedikit lebih tua. Ia menjemputku di gerbang universitas Islam, dan membawaku dengan motornya melaju kencang menyusuri jalanan kota hingga berhenti di tempat usahanya, konter handphone.

Tampak di depanku deretan lemari kaca. Di dalamnya ada beragam HP seken dari pelbagai merek terkenal. Masuk ke dalam ada meja yang di atasnya peralatan untuk menservis HP. Konter ini dijaga dua orang karyawan. Saat kami datang, satu orang tersenyum menyambut kami, mempersilakan masuk dan berpamitan pada kawanku, sang owner, untuk udzur diri. Tampaknya ia kebagian sip pagi. Sedangkan karyawan satunya masih terlelap dalam kantuk yg terlihat begitu berat. Hingga kami masuk ke dalam, iapun belum menyadarinya. Kuperhatikan penampilannya nyentrik. Rambutnya agak kusut nan nggimbal tertutup kupluk bundar yang berwarna hitam memudar. Matanya amat sayu terkesan jarang tidur malam. Terlilit di lehernya untaian tasbih besar terbuat dari kayu.

(more…)

ISBAT

Posted: July 20, 2012 in celetukan
Tags: , ,

Kamis Sore, 19 Juli 2012

“Dul, kamu kapan mulai puasa” tanya Kang Ri sehabis berjamaah shalat Asyar di musholla sebelah rumah .

“Ya awal Ramadhan lha, Kang!” jawabku, mantap.

“Itu, ya udah jelas dong. Semua juga puasa satu Ramadhan. Masak, satu syawal? Maksudku..”

“Hehehe, kalau itu saya nunggu sidang isbat pemerintah aja deh. Kata banyak orang, pemerintah kan Ulil Amri yang wajib ditaati”

“ Ohh gitu ya? Berarti kamu mulai puasa hari sabtu dong?” Tanya Kang Ri, mengejar.

“Lho, kok tahu, Kang? Kan Ulil Amri belum memutuskan” kataku balik bertanya.

“Kan bisa ditebak hasilnya?”

(more…)