PENDAMPINGAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN RENCANA PEMBELAJARAN AL-ISLAM DAN BAHASA ARAB DI SMK MUHAMMADIYAH 2 MALANG MELALUI LESSON STUDY

Posted: December 31, 2011 in publikasi ilmiah
Tags: , , , ,

HASIL PENGABDIAN MASYARAKAT, Saiful Amien

Abstrak: Tulisan ini mendeskripsikan proses dan hasil kegiatan pendampingan yang dimaksudkan untuk memfasilitasi guru-guru al-Islam dan Bahasa Arab di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang dalam mengembangkan etos pembelajaran mereka, mulai dari merancang orientasi dan tujuan pembelajaran; melakukan analisis komprehensif terhadap materi/pesan pembelajaran; hingga mendesain strategi, metode dan media pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab yang tepat.

Kata kunci: pengembangan, rencana, pembelajaran, al-Islam, bahasa Arab

Pendahuluan

Sebagai orang Timur dan mayoritas beragama Islam, sesungguhnya bangsa ini mewarisi banyak tatanan nilai yang mulia. Semua itu bertebaran dalam pelbagai simbol, tradisi, ujaran, pitutur, nyanyian, dongeng dan firman-firman suci. Bisa dikatakan apa yang dlihat, didengar dan dirasakan semuanya sarat dengan ajakan kebajikan. Namun sayangnya, semua nilai itu hanyalah terpampang sebagai hiasan dinding keberagamaan semata.

Fenomena inilah yang oleh orang bijak disebut sebagai krisis makna. Makna bukanlah untaian kata yang menghibur hati. Makna bukan pula kata-kata mutiara yang menenangkan jiwa. Namun makna adalah ketika apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dipahami dan diyakini mampu menghadirkan kebajikan di dalam tindakan nyata. Maksud dari itu adalah tiadanya keterpaduan antara keyakinan iman dan amal shalih. Ghiroh menunaikan ibadah haji meningkat setiap tahunnya, namun prilaku korup di hampir setiap sektor kehidupan juga tidak semakin berkurang. Demikian pula pada generasi muda dan remajanya, kenakalan dan kriminalitas yang melibatkan pelajar di sekolah seperti perkelahian, kekerasan, miras, narkoba dan kehamilan di luar nikah semakin meningkat kuantitas dan kualitasnya.

Berdasar preliminary research terhadap mitra pengabdian ini (guru-guru AIK . 19/2/2011), mereka merasakan fenomena di atas cukup menohok dahi mereka. Memang dekadensi moral seperti di atas tidak bisa sepenuhnya mereka tanggung sendirian, tetapi sebagai pengampu matapelajaran agama, langsung atau tidak, telunjuk masyarakat menuding guru AIK  itu sebagai “tertuduh”.

Para guru itu mengaku telah bersusah payah mencoba memahamkan dan meyakinkan tentang pentingnya cara hidup islami serta berusaha menginspirasikan nilai-nilai kebajikan agar siswa-siswinya mau belajar mengamalkan dalam tindakan sehari-hari, namun tetap saja pelajaran AIK  di mata siswa sebagai bidang studi tambahan, tidak penting, dan tidak menarik. Dari sinilah, sebagian besar mitra merasakan ada yang salah dalam proses pembelajaran AIK  yang mereka ampu dan segera membutuhkan perbaikan.

Ada beberapa problem utama dalam pembelajaran AIK  yang dihadapi mitra, di mana satu dengan yang lainnya saling berkelindan. Di antara permasalahan itu adalah pertama, problem orientasi dan tujuan pembelajaran AIK. Mereka mengakui selama ini kurang memperhatikan aspek tujuan pembelajaran, padahal ke arah itulah proses pembelajaran dilakukan. Para mitra hanya terpaku pada bagaimana menyampaikan materi AIK  yang telah termaktub di buku ajar tepat waktu, padahal orientasi dan tujuan matapelajaran AIK  demikian kompleks, tidak hanya menyangkut ranah kognitif (pengetahuan) semata, tetapi lebih dari itu juga domain afektif (penghayatan-penyikapan) dan psikomotorik (pengamalan).

Kedua, problem analisis isi/materi AIK . Para mitra mengakui selama ini tidak pernah melakukan analisis terhadap pesan pembelajaran yang hendak disampaikan, hatta analisis yang paling sederhana, misalnya: apakah materi AIK  yang akan diajarkan itu merupakan fakta, konsep, prinsip atau prosedur? Ini penting karena terkait dengan dua problem berikutnya.

Ketiga, problem model dan metode pembelajaran AIK . Di sini para mitra mengakui kesulitan dalam merancang pendekatan, strategi, metode hingga pilihan media yang tepat dalam menyampaikan pesan pembelajaran. Akibatnya, matapelajaran AIK  tetap saja berkesan membosankan dan kurang menarik.

Keempat, problem evaluasi pembelajaran AIK . Selama ini proses evaluasi AIK  yang dilakukan mitra hanya bersifat kognitif semata, dan belum menyentuh ranah afektif dan psikomotorik. Akibatnya gap yang terjadi antara pemahaman dan pengamalan tidak bisa terdeteksi dengan baik karena keberhasilan pembelajaran AIK  hanya diukur sebatas pada bagaimana siswa “berpengetahuan-agama” dan belum meramba pada bagaimana siswa “beragama”.

Berdasar analisis situasi di atas, fokus permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya etos pengembangan pembelajaran AIK  yang selain aktif, kreatif, inovatif, dan menarik  juga efektif mampu “meng-agamakan” siswa. Selanjutnya, permasalahan ini dapat dirumuskan dalam pelbagai pertanyaan berikut ini: 1)Bagaimanakah merancang orientasi dan tujuan pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab yang tepat?; 2)Bagaimanakah melakukan analisis komprehensif terhadap materi/pesan pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab ?; dan 3) Bagaimanakah mendesain dan merencanakan strategi, dan metode pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab  yang tepat?

            Tulisan ini berupaya mendeskripsikan proses dan hasil kegiatan pendampingan yang dimaksudkan untuk untuk memfasilitasi guru-guru al-Islam dan Bahasa Arab di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang dalam mengembangkan etos pembelajaran mereka, mulai dari Bagaimanakah merancang orientasi dan tujuan pembelajaran; melakukan analisis komprehensif terhadap materi/pesan pembelajaran; hingga mendesain dan melaksanakan model, strategi, metode pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab yang tepat.

 

Kerangka Pemecahan Masalah

Pendekatan yang ditawarkan untuk bisa memberikan solusi pada permasalahan di atas adalah Lesson Study, yaitu suatu siklus pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

Pemilihan pendekatan ini karena beberapa alasan. Pertama, lesson study merupakan satu kegiatan efektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran guru dan aktivitas belajar siswa. Ini dimungkinkan, mengingat: (1) pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil “sharing” pengetahuan profesional yang berlandaskan pada praktik dan hasil pengajaran yang dilaksanakan para guru, (2) penekanan mendasar pada pelaksanaan suatu lesson study adalah agar para siswa memiliki kualitas belajar, (3) kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa, dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaran di kelas, (4) berdasarkan pengalaman real di kelas, lesson study mampu menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran, dan (5) lesson study akan menempatkan peran para guru sebagai peneliti pembelajaran (Lewis, 2002).

Kedua, lesson study yang didisain dengan baik akan menjadikan guru yang profesional dan inovatif. Dengan melaksanakan lesson study para guru dapat (1) menentukan kompetensi yang perlu dimiliki siswa, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran (lesson) yang efektif; (2) mengkaji dan meningkatkan pelajaran yang bermanfaat bagi siswa; (3) memperdalam pengetahuan tentang mata pelajaran yang disajikan para guru; (4) menentukan standar kompetensi yang akan dicapai para siswa; (5) merencanakan pelajaran secara kolaboratif; (6) mengkaji secara teliti belajar dan perilaku siswa; (7) mengembangkan pengetahuan pembelajaran yang dapat diandalkan; dan (8) melakukan refleksi terhadap pengajaran yang dilaksanakannya berdasarkan pandangan siswa dan koleganya (Lewis, 2002).

Siklus lesson study secara lebih sederhana dapat dilakukan melalui serangkaian kegiatan: Planning-Doing-Seeing (Plan-Do-See) yang sering diistilahkan dengan kaji pembelajaran berorientasi praktik (Saito, et al., 2005). Prosedur kerja kegiatan ini dapat dilukiskan seperti pada Gambar 1.

Gambar 1  Daur Kaji Pembelajaran Berorientasi Praktik

 

Realisasi Pemecahan Masalah

Berdasar uraian di atas, maka realisasi kegiatan yang menunjukkan langkah-langkah solutif atas permasalahan yang dihadapi mitra dijelaskan dalam tabel 1.

Tabel 1 Realisasi Pemecahan Masalah

 

NO.

KEGIATAN

PARTISIPASI MITRA

FGD1: Technical Meeting:“ Lesson Study dan Pengembangan Pembelajaran al-Islam & Bahasa Arab ” Mitra sebagai partisipan aktif dalam: 1) memahami spirit dan langkah-langkah lesson studydalam mengembangkan rencana pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab ; 2) menyepakati timescheduling pelbagai kegiatan berikutnya.
FGD 2: Penggalian Akademis:“Identifikasi permasalahan dan assessmen terhadap kebutuhan pembelajaran AIK ” Setiap mitra berperan aktif dalam: 1) Melakukan assessment terhadap: a) tujuan pembelajaran, b) karakteristik siswa SMK Muh 2, c) tipe materi bidang studi, dan d) kendala pembelajaran; 2) Mendiskusikan hasil assessment dan berbagi analisis.
TUGAS 1: Penyusunan Rencana Pembelajaran berbasis Student-centered Instruction Setiap mitra berperan aktif dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk satu topik bahasan al-Islam dan Bahasa Arab.
FGD 3: “Kritik dan Sumbang-saran terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  al-Islam dan Bahasa Arab ” Setiap mitra berperan aktif dalam: 1) Membagikan potocopian draf RPP yang telah disusun; 2) Memaparkan draf RPP masing-masing; 3) Berbagi analisis, kritik dan saran perbaikan terhadap RPP teman sejawat.
TUGAS 2:Revisi Draf RPP al-Islam dan Bahasa Arab ” Setiap mitra berperan aktif dalam merevisi draf RPPnya dengan mempertimbangkan hasil analisis, kritik dan saran perbaikan dari teman sejawat
FGD 4:“Analisis, Kritik & Sumbangsaran  Perbaikan terhadap RPP yang telah Direvisi” Setiap mitra berperan aktif dalam: 1) Membagikan potocopian draf revisi RPP; 2) Memaparkan draf RPP masing-masing; 3) Berbagi analisis, kritik dan saran perbaikan terhadap RPP teman sejawat.
TUGAS 3:“Revisi Akhir Draf RPP”  Setiap mitra berperan aktif dalam merevisi akhir draf RPPnya dengan mempertimbangkan hasil analisis, kritik dan saran perbaikan dari teman sejawat.
FGD 4: REFLEKSI & TASYAKURAN  Setiap mitra berperan aktif dalam: 1) Mengekspresikan perasaan, kesan dan sarannya terkait dengan proses pengalaman dan hasil lesson study ini;2) Merayakan pengalaman belajar bersama ini dengan menerima bingkisan dari pendamping

Khalayak Sasaran

Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah guru pengampu mata pelajaran al-Islam dan Bahasa Arab SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang. Di sini mitra dampingan berjumlah 2 orang: NM, perempuan (BS: al-Islam) dan LH, laki-laki (BS: Bahasa Arab)

 

Metode Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan mutual-collaborative dan participatory, di mana peran pendamping dalam interaksinya dengan subjek dampingan bersifat partisipan-setara, sehingga memungkinkan keduanya bekerjasama secara mutualistik untuk menghasil-kan perubahan. Yaitu meningkatnya etos guru dalam mengembangkan rencana pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab berbasis student-centered Instruction.

Dari itu, kegiatan ini akan menggunakan metode partisipatoris yang dalam pelaksanaannya melibatkan teknik Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. FGD dimaksudkan untuk menfasilitasi subjek dampingan dalam melakukan brainstorming dan refleksi kritis terhadap pelbagai produk yang dihasilkan mulai dari perencanaan hingga proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran AIK. Sedangkan teknik dokumentasi dimaksudkan untuk mencatat dan menginventarisir setiap gagasan/permasalahan/solusi yang muncul dan berkembang dalam FGD.

Evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan secara langsung dan melekat dalam setiap tahapan FGD dan dokumentasi. Ini dilakukan melalui pengamatan terhadap proses yang terjadi dengan berpatokan pada lembar check list yang telah disiapkan. Dari itu diharapkan mampu menemukan kekurangan-kekurangan dan langsung mendapatkan tindakan perbaikan. Instrumen utama evaluasi ini adalah pendamping sendiri yang dengan sengaja memanfaatkan Catatan Lapangan, photo, Rekaman kaset/video, dan lembar check-list evaluasi.

Tolak ukur keberhasilan kegiatan ini adalah terjadinya perubahan etos mitra dalam mengembangkan metode pembelajaran AIK .

Hasil Dan Pembahasan

Pada bagian ini akan diuraikan tentang proses jalannya kegiatan pendampingan ini dan hasilnya. Deskripsi ini didasarkan pada urutan waktu pelaksanaan kegiatan (timeline) seperti terlihat pada gambar 2.


Gambar 2   Timeline Kegiatan Pendampingan

FGD1, Technical Meeting: Lesson Study dan Pengembangan Rencana Pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab”

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember 2011 pukul. 13.00-14.00 WIB di SMK Muhammadiyah 2 Tlogomas. Di sini, pendamping berupaya berbagi secara interaktif dengan mitra dampingan tentang tujuan pendampingan ini, metode pelaksanaan, spirit dan langkah-langkah lesson study dalam mengembangkan rencana pembelajaran al-Islam dan Bahasa Arab.

Di dalam proses diskusi, mitra dampingan mengakui bahwa istilah lesson study merupakan sesuatu yang pernah mereka dengar, namun belum tahu hakikatnya. Karenanya mereka merasa bahwa pendampingan ini akan memberikan manfaat besar bagi mereka. Sedangkan mitra dampingan yang lain merasakan bahwa lesson study mirip dengan apa yang dahulu pernah ia alami saat ujian praktik mengajar di pesantren, yaitu: Amaliyatut Tadris.

Setelah dirasa mitra dampingan memahami arah dan tujuan dari kegiatan pendampingan ini, selanjutnya pendamping mengajak mereka untuk menyepakati timescheduling dan pelbagai kegiatan yang akan dilaksanakan berikutnya. Di sini para peserta FGD saling menimbang dan mencocokkan jadwal kegiatannya masing-masing hingga disepakai timeschedule kegiatan pendampingan sebagaimana dipaparkan dalam tabel 2:

Tabel 2  Timeschedule dan Kegiatan Pendampingan

 

NO.

HARI/TANGGAL/JAM

KEGIATAN

Selasa, 13 Desember 2011 (pkl. 13.00-14.00 WIB) FGD1: Technical Meeting:“ Lesson Study dan Pengembangan Pembelajaran al-Islam & Bahasa Arab ”
Selasa, 13 Desember 2011 (pkl. 14.00-15.00 WIB) FGD 2: Penggalian Akademis:“Identifikasi permasalahan dan assessmen terhadap kebutuhan pembelajaran AIK ”
Selasa, 13 Desember 2011 (mulai pkl. 15.00 WIB) TUGAS 1:Penyusunan Rencana Pembelajaran berbasis Student-centered Instruction
Kamis, 15 Desember 2011 (pkl. 13.00-15.00 WIB) FGD 3:“Kritik dan Sumbang-saran terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  al-Islam dan Bahasa Arab ”
Kamis, 15 Desember 2011 (mulai pkl. 15.00 WIB) TUGAS 2:“Revisi Draf RPP al-Islam dan Bahasa Arab”
Selasa, 20 Desember 2011 (pkl. 13.00-15.00 WIB) FGD 4:“Analisis, Kritik & Sumbangsaran  Perbaikan terhadap RPP yang telah Direvisi”
Kamis, 20 Desember 2011 (mulai pkl. 15.00 WIB) TUGAS 3:“Revisi Akhir Draf RPP” 
Selasa, 27 Desember 2011 (pkl. 14.00-15.00 WIB) FGD 5:“Refleksi & Tasyakuran” 

 

FGD 2,  Penggalian Akademis: “Identifikasi Permasalahan dan Assessmen Terhadap   Kebutuhan Pembelajaran AIK ”

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember 2011 pukul. 14.00-15.00 WIB setelah technical meeting usai. Di sini pendamping pada awal FGD memberikan kesempatan selama 30 menit kepada mitra dampingan untuk aktif melakukan assessment terhadap a) tujuan pembelajaran dari topic bahasan yang akan diajarkan, b) karakteristik siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, khususnya pada kelas yang hendak di ajar, c) tipe materi bidang studi yang akan diajarkan, dan d) kendala pembelajarannya. Selanjutnya, mereka diajak mendiskusikan hasil assess-ment dan berbagi analisis terhadap hasilnya.

Pada kesempatan berdiskusi, tampak bahwa mitra dampingan belum sepenuhnya memahami tentang bagaimana merumuskan tujuan pembelaja-ran; mengklasifikasi karakteristik siswa; dan mengenali tipe materi ajar.

Dari itu, pendamping mencoba mengingatkan tentang pelbagai pengetahuan yang telah mereka pahami semisal taksonomi Bloom (kognitif, afektif dan psikomotorik) untuk dijadikan sebagai alat ukur dalam merumuskan tujuan pembelajaran, terlebih pada tujuan khusus yang memerlukan redaksi paling operasional.

Tentang karakteristik siswa, pendamping mengajak mereka untuk sekadar meminjam multiple intelligencesnya Edward Garner dalam menelisik tipe kecerdasan siswa dan kecenderungan gaya belajarnya.

Sedangkan untuk mengenali tipe materi yang akan diajarkan, pendamping mengajak mereka untuk mencoba meminjam klasifikasi Reigeluth, seperti tipe: fakta, konsep, prinsip (teori), dan procedural. Pengenalan terhadap tipe materi ajar ini terasa penting karena akan berpengaruh pada pemilihan metode pembelajaran dan pengembangan media belajarnya.

Di akhir FGD, pendamping mengajak mitra dampingan untuk melakukan refleksi dengan menelisik proses dan hasil yang dirasakan dari kegiatan hari ini. LH, guru Bahasa Arab yang berlatar pendidikan magister Studi Islam, mengungkapkan bahwa ia baru saja mengikuti PLPG dan di sana ia tidak mendapatkan materi seperti ini. Ia merasa bahwa assessment dan analisis terhadap kebutuhan belajar-pembelajaran ini akan membantunya mengembangkan rencana pembelajaran yang strategis bagi matapelajaran yang diampunya.

Lain dari itu, NM, guru al-Islam di kelas Multimedia, mengatakan bahwa assessment dan analisis tujuan, materi dan karakteristik siswa yang barusan didiskusikan merupakan sesuatu yang baru baginya. Selama ini, ia menyusun RPP belum pernah mengawalinya dengan analisis seperti ini. Darinya, ia merasa FGD ini amat bermanfaat dalam menguatkan keterampilan paedagogisnya.

TUGAS 1: Penyusunan Rencana Pembelajaran berbasis Student-centered Instruction

Kegiatan ini dikerjakan di rumah masing-masing dampingan sejak hari Selasa, 13 Desember 2011, pkl. 15.00 WIB). Di sini dampingan  menyusun RPP untuk satu topik bahasan dengan mempertimbangkan hasil assessment dan analisis terhadap kebutuhan belajar yang telah didiskusikan bersama teman sejawat di kegiatan sebelumnya.

Hasil dari kegiatan ini berupa draf RPP untuk satu topik bahasan, yang digandakan sebanyak teman sejawat.

FGD 3: “Kritik dan Sumbang-saran terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  al-Islam dan Bahasa Arab ”

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Desember 2011 pukul 13.00-15.00 WIB di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, tepatnya di kantor pengembangan pembelajaran AIK lt. 2. Pada kesempatan ini, mitra damping-an mula-mula membagikan potocopian draf RPP yang telah disusun di rumah kepada para teman sejawat. Bersamaan dengan itu, pendamping juga membagikan instrument pengamatan rekan kerja kepada mereka. Format instrument ini mencakup tiga variabel yang, paling tidak, menjadi focus amatan, yaitu a) indikator hasil belajar [4 item]; b) strategi dan metode pembelajaran [4 item]; dan c) media pembelajaran [5 item] sebagaimana dijabarkan dalam tabel 3.

 

Tabel 3  Variabel Amatan Rekan Kerja

VARIABEL

N0.

ITEM

Indikator Hasil Belajar Apakah Indikator hasil belajar dinyatakan dengan redaksi yang mudah dipahami pesannya?
Apakah menampakkan domain/ranah kognitif, afektif atau psikomotorik?
Apakah menampakkan kesesuaian antara domain/ranah (kognitif, afektif atau psikomotorik) dengan tipe materi yang diajarkan (fakta, konsep, prinsip atau prosedural)?
Apakah bersifat sangat operasional, bisa diukur ketercapaiannya?
Strategi dan Metode Pembelajaran Apakah pilihan strategi/metode pembelajarannya telah berpendekatan student-centered instruction?
Apakah pilihan strategi/metode pembelajarannya telah mengacu pada hasil belajar yang dituju?
Apakah pilihan strategi/metode pembelajarannya telah mempertimbangkan karakteristik peserta didik (penget./skill prasyarat, budaya, tipe belajar dll.) ?
Apakah pilihan strategi/metode pembelajarannya telah mempertimbangkan kendala (waktu, biaya, tempat, sarana dll) yang ada?
Media Pembelajaran Apakah pilihan media pembelajarannya telah mengacu pada strategi/metode yang digunakan?
Apakah pilihan media pembelajarannya telah mengacu pada hasil belajar PAI yang dituju?
Apakah pilihan media pembelajarannya telah mempertimbangkan tipe pesan (materi) PAI yang diajarkan?
Apakah pilihan media pembelajarannya telah mempertimbangkan karakteristik peserta didik (penget./skill prasyarat, budaya, tipe belajar dll.) ?
Apakah pilihan strategi/metode pembelajarannya telah mempertimbangkan kendala (waktu, biaya, tempat, sarana, budaya dll.) yang ada?

Selanjutnya mereka mempresentasikan draf RPPnya sedang yang lain memperhatikan dan menganalisisnya. Lalu diakhiri dengan berbagi analisis, kritik dan saran perbaikan terhadap RPP teman sejawat.

Kritik dan saran yang diberikan kepada RPP yang disusun oleh NM adalah: pertama terkait dengan format penulisan. Ada kesan mubadzir dalam rumusan tujuan pembelajaran, karena sebelumnya sudah terumuskan kompetensi dasar dan indikatornya. Saran yang diberikan kepadanya adalah dengan meniadakan salah satu. Apakah kompetensi dasar atau tujuan, karena isinya persis tidak ada perbedaan.

Kedua, terkait dengan rumusan tujuan khusus atau indikator, ada beberapa tujuan yang pokok pikirannya sama saja walaupun dirumuskan dalam statemen yang berbeda.

Ketiga, masih terkait dengan rumusan tujuan perlu ada pengurutan dengan mempertimbangkan tipe materi dan pengorganisasiannya.

Keempat, terkait dengan metode pembelajarannya, perlu dirumuskan apersepsi yang tepat. Masukan yang diberikan adalah berupa penanyangan secara singkat penggalan film “Penciptaan Manusia” karya Harun Yahya. Ini sesuai dengan topik bahasan yang diajarkan, yakni Memahami Ayat-ayat al-Qur`an tentang Manusia dan Tugasnya sebagai Khalifah di Bumi.

Terakhir, terkait dengan pemilihan medianya, saran yang diberikan adalah dengan menambahkan beberapa media pembelajaran sebagai konsekwensi dari penggunaan pelbagai alternatif metode pembelajaran. Media itu misalnya berupa kertas manila bertuliskan QS. Al-Baqoroh: 30 yang menjadi core dari topik bahasan ini.

LH yang menyusun RPP mata pelajaran Bahasa Arab juga mendapatkan kritik dan masukan yang hampir sama dengan NM: pertama, terkait dengan tujuan khusus pembelajaran, di mana rumusannya belum jelas dan kurang operasinal sehingga tingkat ketercapaian hasil belajarnya tidak bisa diukur. Karena ini pelajaran bahasa maka seharusnya hal itu diarahkan pada ketercapaian empat kompetensi berbahasa yaitu: istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah;.

Kedua, terkait dengan indikator hasil belajar di atas, maka strategi dan metode yang digunakan juga seharusnya bervariasi sesuai dengan kompetensi dan tipe materinya. Kalau istima misalnya, maka pilihan metode pembelajarannya akan tepat kalau menggunakan metode langsung (direct method) dengan memutarkan kaset atau audio listening, di mana siswa bisa langsung mencermati apa yang didengarnya dan seterusnya.

Ketiga, terkait dengan pengembangan media pembelajarannya, perlu digunakan media yang bervariasi sesuai dengan tuntutan penggunaan metode yang beragam.

Terakhir, terkait dengan sistem evaluasinya, perlu dikembangkan pola evaluasi yang beragam sesuai dengan kompetensi dan indikator ketercapaiannya. Kalam misalnya, maka evaluasi langsung dengan mengajak bicara peserta didik akan lebih tepat digunakan daripada menjawab ujian tulis.

TUGAS 2: “Revisi Draf RPP al-Islam dan Bahasa Arab”

Kegiatan ini dikerjakan di rumah masing-masing dampingan sejak hari Kamis, 15 Desember 2011 pukul 15.00 WIB. Di sini dampingan  merevisi draf RPPnya dengan mempertimbangkan hasil analisis, kritik dan saran perbaikan dari teman sejawat di kegiatan sebelumnya.

Hasil dari kegiatan ini berupa Draf RPP yang telah diperbaiki, dan digandakan sebanyak teman sejawat.

FGD 4: “Analisis, Kritik & Sumbangsaran  Perbaikan terhadap RPP yang telah Direvisi”

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Desember 2011 pukul 13.00-15.00 WIB di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang. Pada kesempatan ini, mitra dampingan mula-mula membagikan potocopian draf RPP yang telah disusun di rumah kepada para teman sejawat. Bersamaan dengan itu, pendamping juga membagikan instrument pengamatan rekan kerja kepada mereka.

Selanjutnya mereka mempresentasikan draf RPPnya sedang yang lain memperhatikan dan menganalisisnya. Lalu diakhiri dengan berbagi analisis, kritik dan saran perbaikan terhadap RPP teman sejawat.

Kritik dan saran yang diberikan untuk draf perbaikan RPP para dampingan tidak terlalu signifikan sebagaimana pada siklus sebelumnya. Di sini yang muncul lebih pada format baku RPP. Memang tidak ada format yang permanen untuk RPP, hanya saja semangatnya sebagai rencana pembelajaran harus tampak nyata dan bisa diaplikasikan. Karenanya, format yang disepakati sebagaimana yang diminta oleh pihak sekolah.

TUGAS 3: “Revisi Akhir Draf RPP”

Kegiatan ini dikerjakan di rumah masing-masing dampingan sejak hari Kamis, 20 Desember 2011 pukul 15.00 WIB. Di sini dampingan  merevisi draf RPPnya dengan mempertimbangkan hasil analisis, kritik dan saran perbaikan dari teman sejawat di kegiatan sebelumnya. Hasil dari kegiatan ini berupa RPP yang akan digunakan sebagai rencana pembelajaran, dan diharapkan mampu menginspirasi untuk penyusunan RPP topik-topik bahasan yang lain.

FGD 5: “Refleksi & Tasyakuran”

Kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu dampingan pada hari Selasa, 27 Desember 2011 pukul 14.00-15.00 WIB. Di sini dilakukan refleksi akhir untuk mengekspresikan kesan yang selama ini dirasakan selama pengalaman belajar bersama ini berlangsung.

Pada kesempatan ini LH mengatakan bahwa pendampingan seperti ini terasa manfaatnya secara langsung dalam meningkatkan terutama kompetensi paedagogik peserta dari pada workshop formal yang hanya terasakan gebyarnya semata. Hal ini karena pendampingan seperti ini tidak melibatkan banyak mitra dampingan dan interaksi pembelajarannya lebih bersifat nonformal. Sehingga bisa mengalir dalam komunitas belajar yang intens dan optimal.

Selanjutnya, kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama dan pembagian bingkisan terima kasih dari pendamping untuk merayakan suksesnya belajar bersama ini.

 

Kesimpulan

Dari uraian pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan dengan model lesson study yang tertata dalam prosedur unjuk kerja yang baik, mampu secara optimal menguatkan wawasan dan keterampilan guru al-Islam & Bahasa Arab dalam mengembangkan rencana pembelajaran yang Student-centered Instruction 

Saran

Di sini ada dua saran:

  1. Bagi mitra dampingan: Kegiatan pendampingan ini hanya fokus pada rencana pembelajaran satu topik bahasan, karenanya dengan spirit yang sama perlu pula disusun RPP untuk topik-topik yang lain, agar keterampilan ini semakin terkuatkan menjadi paratekenis.
  2. Bagi sponsor dan pengambil kebijakan: Kegiatan pendampingan ini hanya terbatas pada pengembangan rencana pembelajaran semata, karenanya dengan spirit yang sama perlu pula ditindaklanjuti dengan pendampingan lanjutan dalam ranah pelaksanaan rencana pembelajaran itu di lapangan.


 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ekomadyo, Agus S. 2006. “Prospek Penerapan Metode Analisis Isi (Content Analysis)  dalam Penelitian Media Arsitektur” dalam  Jurnal Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni, ITENAS. No.2 Vol.10. Agustus 2006, halaman 51-57

http://edu-articles.com/menuju-guru-yang-profesional-melaui-lesson-study/, diakses pada 17/2/2011.

http://www.rbs.org/Special-Topics/Lesson-Study/Lesson-Study-Conference-2002/Why-Lesson-Study/207/diakses: kamis, 17 Februari 2011, pukul 10:54)

Isoda, Masaomi dkk. 2007. Japanese Lesson Study in Mathematics: Its Impact, Diversity and Potential for Educational Improvement. World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd. Singapore.

Zhang, Yan & Barbara M. Wildemuth. Qualitative Analysis of Content. Dalam  http://ils.unc.edu/~yanz/Content_analysis.pdf. diakses 15 Maret 2011.

Comments
  1. computer repair center

  2. downloading The Expendables 3

  3. Buy body vibrating machine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s