DIAM

Posted: August 11, 2010 in celetukan
Tags: , , ,

“Ada yang beda deh, pada diri sampean kang” kataku pada Kang Ri sore itu saat membersihkan mushola di hari pertama Ramadhan.

Kang Ri hanya diam. Walaupun bibirnya tersenyum, namun tidak mengeluarkan satu kata pun.

“Kayaknya, wajah sampean lebih sumringah deh, Kang!” komentarku berlanjut sambil kusapukan cat hijau di pagar mushola.

“Sssttt”, sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir.

“Karena berpuasa ya, Kang!?”

“Sssttt”

“Memang sih, konon ketika berpuasa.. pancaran aura kita berubah..” kataku ngawur, namun Kang Ri hanya diam. Tidak terpancing berkomentar. Aku menjadi heran, ngapain nih tukang batu diam aja. Sedari awal kerjabakti di musolah ini, kayaknya ia tidak mengucapkan barang sekatapun. Ia terlihat hanya bekerja dan bekerja. Kok tumben. Aku jadi penasaran..

“Bagaimana Kang, si Tole ikut berpuasa?” aku mengalihkan pembicaran, barangkali Kang Ri mau berkomentar tentang anak semata wayangnya. Ternyata ia hanya mengangguk.

“Puasa beduk atau magrib?”

Kang Ri hanya tersenyum

“Siang tadi nggak rengek-rengek???”

Lagi-lagi hanya tersenyum.

“Tadi malem Tole ikut tarawih?”

Juga tetap tersenyum.

“Lama-lama kayak orang gila deh sampean, Kang. Senyam senyum tok gitu” komentarku agak kenceng.

Masih saja Kang Ri hanya tersenyum.

“Dasar wong edan!” kataku mulai mangkel.

Ia pun hanya tersenyum.

Wong sableng!”

Hanya Tersenyum.

Yo wis lah, ngajak ngomong wong gendeng, gak nyambung!” kataku, “Untung aku berpuasa, kalau nggak??..” Astaghfirullah, aku tersadar bahwa aku tidak layak mengumpat karena sedang berpuasa. Semestinya aku lebih banyak diam seperti Kang Ri, karena bisa jadi, terlalu banyak ngomong akan diikuti banyak kesalahan. Selain itu, konon dengan puasa bicara, kita berlatih kesabaran untuk mau mendengar. Mendengar orang lain, mendengar suara alam, dan mendengar hati nurani.

“selamat Kang, selamat…” kutarik tangan Kang Ri untuk kujabat dan kugoyang-goyang, “Selamat.. sampean hari ini seperti menjadi Nabi Zakariyah!” kataku, dan..

“Plakkk!!” jidatku dikeplaknya, lalu tersenyum.

“Dasar wong edan!” ujarku sambil meringis kesakitan.[]

Joyosuko Metro, 11/8/2010

Comments
  1. the best electric toothbrush

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s