Archive for August, 2010

KANG DIN

Posted: August 19, 2010 in celetukan
Tags: , , , ,

Tiba-tiba lelaki ini menangkapku di jalan sepulang tarawih. Dibawanya aku masuk ke kedai kopi di pinggir kampung dekat kuburan. Aku tidak berkutik saat kemudian ia memesan secangkir kopi buatku, sesuatu  yang pernah membuat jantungku berdegup kencang karena tidak tawar.

(more…)

Advertisements

MBAH MADIRAN

Posted: August 14, 2010 in celetukan
Tags: , , ,

Bagi saya dan anak-anak kecil lainnya, orang ini selalu membuat takut untuk berbuat gaduh di komplek perguruan Muhammadiyah di kampungku. Karena ia serasa menjadi penghalang kami untuk bermain petak umpet atau kejar-kejaran di masjid. Anehnya setiap kami pergi ke masjid pasti orang ini sudah di sana. Namanya Mbah Madiran, setidaknya begitulah orang kampung memanggil. Kakek ini buta. Walaupun begitu, kerikil atau sandal yang disambarkan kepada anak-anak ketika berbuat gaduh tidak pernah meleset. Dijamin delapan puluh delapan koma delapan persen tepat sasaran. Itu yang membuat anak-anak takut terhadap orang tua ini.

(more…)

Nyuwun sewu, assalamu’alaikum” sapa Bu Kaji Patimah saat lewat depan kami yang sedang kongkow di teras mushollah sehabis tarawih.

“Eh, bu Kaji. Monggo-monggo bu.., wa’alaikum salam..” jawabku agak sungkan.

“Beruntung sekali ya Bu Kaji Patima itu?” komentar Kang Mo.

(more…)

DIAM

Posted: August 11, 2010 in celetukan
Tags: , , ,

“Ada yang beda deh, pada diri sampean kang” kataku pada Kang Ri sore itu saat membersihkan mushola di hari pertama Ramadhan.

Kang Ri hanya diam. Walaupun bibirnya tersenyum, namun tidak mengeluarkan satu kata pun.

“Kayaknya, wajah sampean lebih sumringah deh, Kang!” komentarku berlanjut sambil kusapukan cat hijau di pagar mushola.

“Sssttt”, sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir.

(more…)