MUSEUM SEJARAH

Posted: April 28, 2010 in celetukan
Tags: , , , , , , ,

“Saya khawatir kalau begini terus Muhammadiyah akan masuk musium sejarah” kata Bang Rif malam itu.

“kok bisa, Bang?” tanya kang Tono spontan.

“Muhammadiyah telah terjebak pada amal semata” jawab Bang Rif.

“Lho, kan memang begitu adanya Muhammadiyah. Namanya juga pergerakan, ya mesti ada gerak. Dan itu adalah amal. Kalau Muhammadiyah kehabisan amal baru akan dimusiumkan..” kataku asal nyerocos.

“Kamu benar, Dul. namun tidak sekadar amal, tetapi benar-benar yang dihidupi oleh ruh keimanan”

“Lho, Abang ini bagaimana sih? Apa amal warga Muhammadiyah selama ini tidak dilandasi iman? wah, Abang kok terkesan ngawur begini?” kata Kang Tono sedikit sewot.

“Benar bahwa Muhammadiyah adalah gerakan amal..”

“Dan amal merupakan manifestasi dari iman lho, Bang” kataku memotong. “Iman tanpa amal bukanlah keimanan”

“Lalu apa, dong?” tanya Bang Rif sedikit bercanda.

“Bisa jadi, kepentingan!!” jawabku tegas.

“Benar katamu Dul, bahwa Muhammadiyah adalah gerakan amal..”

“Lantas?” tanya Kang Tono.

“Tetapi dalam perkembangannya dia telah terjebak dalam rutinitas amal tanpa pemikiran dan intelektualisme. Akibatnya, maaf, impoten. Amal usahanya di mana-mana tetapi tidak berkualitas. orang sekarang bilang: la yamutu wa la yahya, tidak bermutu makan biaya”

“Kalau begini terus, Muhammadiyah akan ditinggalkan warganya” lanjutnya, “karena orang tidak lagi menemukan semangat alternatif yang dulu menghidupkan persyarikatan ini dalam menghadapi tantangan zamannya. Era saat ini memberikan tantangan yang berbeda. Ada HAM, ada kesetaraan gender, pluralisme, multikulturalisme, demokrasi, neoliberalisme, neokapitalisme, pemanasan global, kerusakan alam dan sebagainya”

“Terus.. apakah Muhammadiyah menyerahkan diri mengikuti arus tantangan yang terus berubah begitu?” komentar Kang Tono.

“Tentu tidak Kang. Tetapi bagaimana Muhammadiyah mampu memberikan amal alternatif sebagai solusi terhadap permasalahan yang berkembang di atas”

“Bagaimana itu bisa terlaksana?” tanyaku asal ucap.

“itulah kerja pemikiran dan intelektualitas. Baru mau berpikir sudah dicap liberal, murtad dan sebagainya, padahal pemikiran butuh kemerdekaan atau kebebasan..”

“kemerdekaan tanpa batas?…” tanyaku.

“Sebagai orang muslim, mungkinkah kita berpikir bebas tanpa batas? kok kayaknya saya tidak yakin. Karena kalau benar bahwa tauhid merupakan aqidah seseorang, maka dia tidak akan berpikiran bebas yang keluar dari bingkai iman-islam”

“Bang” ujar kang tono, “kalau terlalu dakik begini, warga Muhammadiyah di akar rumput apa ya bisa mengambil manfaat? mereka tidak peduli Bang dengan pemikiran dan intelektualitas..”

“Ya memang bukan untuk dipikirkan oleh mereka, tetapi oleh kita agar memunculkan amal alternatif kreatif inovatif yang bermanfaat langsung bagi mereka dalam segala aspek..” komentar Bang Rif.

“Iya, dalam segala aspek, tapi ngomong-ngomong, tuh Mas Andi sudah beres-beres mau nutup ini warung” kataku untuk mengakhiri perbincangan ini.

“Kita sambung lain waktu” ujar Kang Tono, “Tidak terima saya, kalau Muhammadiyah masuk museum sejarah!!”. []

Comments
  1. What platform and theme are you using if I may ask? Where can I buy them? Have a nice Thursday!

  2. arief says:

    pak ayo gabung di forum kaskus dnk….nar kita bisa saring2 pengetahuan…..hahahahhahahahahah

  3. arief says:

    tragis banget pak….
    tetapi saya yakin selama mUhammadiyah masih menjadi gerakan Tajdid (pembaharuan) , [bukan dirinya sendiri yang mengaku atao menyebut istilah itu] akan tetap eksis. tetapi ketika oraganisasi itu sudah berorientasi lain, maka nanti 15 tahun lagi….mungkin….dalam buku pelajaran sejarah SD akan tertulis bahwa diindonesia dulu pernah ada dan pernah berdiri oirganisasi keagamaan besar bernama muhammadiyah…..mga g terjadi……amien
    mengapa pembaharuan (refrom)….?
    berdasarkan teori sosial kritis….gerakan refrom muncul untuk melawan gerakan populis (gerakan populer yang memiliki banyak masa, bersifat tradisional konservatif, mempertahankan adat yang ada, enggan untuk berunah kepada hal baru ) baik dari segi sistemnya atau ide-idenya, gerakan refrom berdiri untuk merubah kemapanan yang dinilai tidak sesuai dengan idealnya. kedua golongan ini akan selalu ada sampai akhir masa, nah bagaimana dengan muhammadiyah, ya muhammadiyah dikenal sebagai gerakan refrom yang menjadi lokomotif pembaharuan, apa hubungannya..
    muhammadiyah selama masih menjadi gerakan pembaharuan dalam arti secara substansi maka muhammadiyah akan tetap ada……begitulah kira kira…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s