GELISAH

Posted: April 26, 2010 in celetukan
Tags: , , ,

“Sudah setahun saya tinggal di sini, tetapi kok kayaknya saya tetap seperti tamu” kata Kang Lut, “tidak ada penerimaan yang jelas”.

“Saya juga merasa demikian, Kang” ujar Kang Min menambahkan, “bahkan saya sejak 2006 menjadi warga RT ini, tetapi terasa seakan saya hidup sendirian”.

“Saya melihat, secara geografis, RT kita ini adalah pedesaan” sahut Kang Rozi, “tetapi karakter yang tampak adalah perumahan elit. Nafsi-nafsi dan tidak akrab. Kenal sih kenal tetapi lebih terkesan basa-basi formal semata”

Hampir semua orang dalam rapat itu seakan curhat, tentang kegelisahan masing-masing. Namun yang paling gelisah adalah mereka yang rumahnya terletak di pinggiran dan terancam disatroni maling tanpa ada perlindungan dari tetangga yang lain.

“Lalu, apa yang mesti kita lakukan?” ujar Kang Rif yang memimpin pertemuan ini.

“Kita mesti memohon RT untuk mensosalisasikan program pengakraban warga” kata Kang Pri.

“Saya setuju dengan program pengakraban warga, tetapi kurang sepakat kalau itu diserahkan kepada RT” kata Kang Min menanggapi.

“Mengapa?” tanya Kang Pri yang merupakan warga paling senior dalam rapat kecil tersebut, “etikanya kan begitu?”

“Benar Kang” jawab Kang Min, “tetapi realitasnya selama ini justru setiap program yang ditangani RT kebanyakan macet. Contohnya ya ronda kita dahulu. saya tidak berani menduga apakah itu karena pendekatannya yang top-down atau bagaimana. Tapi saya punya usul bagaimana kalau program ini dilaksanakan secara nonformal aja di antara kita dahulu. dengan harapan menjadi embrio yang nantinya akan membesar seiring dengan waktu”.

“Lalu, apa bentuk medianya?” tanya Kang Lut.

“Bentuknya bisa temu rutin, ngaji plus arisan perdua minggu sekali, nanti kalau dah jalan bisa dikembangkan ke futsal, badminton dan sebagainya” usul Kang Dil yang dari awal lebih banyak diam.

Singkat cerita, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk melakukan program pengakraban warga secara nonformal. Walaupun demikian sebagaimana usul Kang Pri tetap dikomunikasikan ke pak RT, “ya sebagai permohonan pamit lah, biar tidak melangkahi tugas RT” kata Kang Pri menambahkan. Untuk mengkomunikasikannya ditunjuklah Kang Rif dan didampingi oleh Kang Lut dan Kang Min.

Malam berikutnya delegasi ini bertamu ke rumah Pak RT, namun beliau sedang ada kesibukan di luar, tampak rumahnya tutup, demikian pula pagarnya. Malam besoknya lagi, kembali datang, namun rumah Pak RT juga tutupan dengan korden yang terjulur lebar. Dua malam berikutnya, delegasi kembali datang. Kali ini rumah Pak RT terbuka. Adiknya yang keluar dan mengatakan pak RTnya tidak ada di rumah. Akhirnya selain karena pada sibuk semua seperti Pak RT, delegasipun merasa bosan sendiri dan program yang disepakati tak kunjung terealisasi. Walaupun kemudian ada dua, tiga, empat  rumah yang dibobol malingpun, tetap program itu mati duluan sebelum dilahirkan. Warga yang rumahnya terletak di tengah tetap cueks mungkin karena sudah merasa aman, sedangkan yang di pinggiran hanya bisa ngedumel dan berharap sepenuhnya pada nasib baik. Lalu Pak RT? Ketika dilapori oleh warganya yang kemalingan, bu RT yang keluar. Beliau tetap tak pernah ada di rumah! hehehe.[]

Comments
  1. Pretty section of content. I just stumbled upon your weblog and in accession capital to assert that I acquire actually enjoyed account your blog posts. Anyway I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently quickly.

  2. isdah ahmad says:

    iku istilahe anget anget… hihihi.. *singitan*

    baidewei.. banyakan orang yang komeng di pesbuk, jadi mendingan gag usah dikasih tag [more] mending dibikin panjang trus komengnya disambungin ama di sini..

    jadi orang komeng di pesbuk akan masuk dimari..

    demikian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s