60 HARI DI NEGERI PARA MULLA (Bagian 8)

Posted: February 28, 2010 in catatan perjalanan
Tags: , , , , , ,

HARI KESEPULUH, SENIN, 03 DESEMBER 2007

Hari ini saya lalui dengan berkuliah mulai pagi hingga sore, tiga materi. Terasa menjemukan sih.. duduk berlama-lama di bangku kelas.

Malam harinya saya keluar, berjalan kaki bersama pak Sasmito dan pak Narto ke pasar tradisional yang terletak di kawasan makam Sayyida Fathima untuk membeli sepatu olahraga. Lumayan juga jaraknya, cukup membuat darah mengalir deras ke ujung kaki. Di sana kami hanya sekadar melihat-lihat. Niat semula untuk membeli sepatu tidak terlaksana. Selain desainnya tidak ada yang menarik selera, juga tidak ada yang pas ukurannya untuk kaki Pak Sas yang superjumbo. Akhirnya kami memutuskan pulang ke Hauzah, lagi-lagi dengan jalan kaki.

HARI KESEBELAS, SELASA, 04 DESEMBER 2007 (ZIARAH GUA HIDLIR)

Kegiatan  kuliah pagi ini baru dimulai pada pukul 08.30. Materi pertama adalah Irfan Islami. dengan tema Mahabbatullah hingga pukul 10.0. Pertemuan ini adalah pertemuan terakhir, karena itu teman-teman mengabadikannya dengan foto bareng bersama Virjee, pengampu matakuliah. Sesi ke-2 pada hari ini adalah Al-Aqidah wa Al-Kalam yang dibina oleh Dr. Mohammad Hosein Talebi. Pertemuan berakhir hingga menjelang dhuhur. Sehabis makan siang tidak ada kuliah, saya manfaatkan untuk beristirahat sambil berdiskusi dengan ustadz Abu Ammar tentang kisah para Imam Syiah, terutama Imam Mahdi, Imam terakhir mereka hingga menjelang waktu asyar.

Pukul 15.00 saya kembali ke ruang kelas untuk mengikuti kuliah materi ketiga. Menjelang materi berakhir, kira-kira pukul 17.00, salah seorang staff Hauzah masuk ruang kelas dan menyampaikan kepada dosen pembina bahwa peserta kuliah sesuai dengan jadwal sudah harus berangkat menuju Gua Hidlir. Karena itu kuliah segera diakhiri dan semua peserta bergegas menuju kamar masing-masing untuk melakukan persiapan. Tidak panjang waktu yang diberikan untuk persiapan ini, semua peserta harus segera menuju kendaraan yang sudah diparkir di luar.

Pukul 17.15 rombongan diberangkatkan dan beberapa saat kemudian sampai tempat tujuan. Kendaraan berhenti di tempat parkir yang terletak di lembah gunung. Tampak ketika saya melihat ke atas ada masjid dengan kubah hijau yang bersinar terang menyibakkan kelamnya malam yang mulai datang. Di masjid itulah gua yang rombongan hendak kunjungi berada. “Kita akan mendaki ke sana” ujar Ustadz Abu Ammar, pemandu rombongan. Masjid itu terletak di atas gunung. Untuk sampai di masjid ini, saya beserta kawan-kawan harus berjalan kaki mendaki jalan setapak yang telah didesain berundakan bebatuan. Jalan ini cukup lebar, terus naik dan memutar.  Bagi saya yang tidak biasa mendaki, perjalanan menjadi lumayan berat, karena itu keringat mengucur deras dari balik mantel tebalku padahal udara sangatlah dingin. Setelah mendaki dengan banyak berhenti untuk sekadar mengambil nafas, akhirnya saya dan kawan-kawan sampai juga di puncak dimana masjid ini berada.

Masjid ini amat kecil, pantasnya kalau di Indonesia kita sebut langgar atau surau. Memang ada perbedaan penyebutan antara masjid dan mushalla bagi kita dan orang Iran. Di bagian depan komplek masjid ini terdapat halaman yang terpagari sekelilingnya, tentu untuk keamanan peziarah, karena memang berada di puncak, sedikit terpeleset bisa menggelinding sampai bawah. Dari pagar inilah saya menyaksikan gemerlap lampu-lampu yang menyinari seluruh kota Qum dengan indahnya. Di pojok kanan depan masjid ada dua ruangan, satu utuk memasak dan satu untuk melayani pengunjung dengan makanan/minuman penghangat. Dengan ramah petugas mempersilahkan rombongan menghangatkan tubuh dengan santapan tersebut. Saya mengambil segelas teh hangat lalu saya ikuti dengan semangkok makanan semacam bubur kacang.

Setelah dirasa cukup istirahat, rombongan diminta untuk mengambil air wudlu di midlo’a (tempat wudlu) yang terletak di samping masjid. Saya tidak bisa berlama-lama menyentuh air wudlu, karena seperti memegang air es yang dinginnya sampai terasa di tulang. Maklum saat ini sedang memasuki musim dingin dan berada di ketinggian lagi. Saya segera memasuki ruang utama masjid, setelah antri menunggu pengunjung lain keluar dari pintu yang memang satu-satunya. Luas masjid ini sekitar lima kali enam meter persegi, sebelah dalamnya terdapat gua yang tidak terlalu besar, sekitar dua kali dua meter dan berbentuk bulat. Gua inilah yang dipercaya, konon sebagai tempat persinggahan Nabi Hidlir alaihis salam saat mengajar Imam Keduabelas Syi’ah yang hingga kini masih mengalami ghiyabah kubro (kegaiban penuh) , karenanya disebut Kukh Haidlir (gua Hidlir). Saya dan sebagian kawan-kawan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, lalu keluar menuju ruang utama masjid untuk bergabung dengan rombongan. Sayyid Mas’udi mengumandangkan adzan dan iqamat untuk shalat maghrib. Lalu rombongan berjama’ah mendirikan shalat maghrib dan isya’ dengan jamak. Sehabis shalat, Sayyid Mas’udi membacakan semacam wirid dan dzikir, versi Syi’a tentunya. Saya tidak paham pasti apakah wirid itu dikhususkan untuk setiap penziarah di gua ini atau itu wirid/dzikir umum saja, karena memang kenyataannya banyak ritual yang agak berbeda dengan tradisi sunni yang saya kenal.

Kegiatan dilanjutkan kembali setelah usai shalat. Rombongan diberi kesempatan untuk melihat-lihat tempat sekitar, bahkan shalat sunnah bagi yang berkenan hingga 15 menit kemudian dikomando untuk turun menuju kendaraan. Sesampai di lembah, sambil menunggu berkumpulnya teman-teman, saya manfaatkan waktu untuk melihat-lihat sovenir yang digelar di galeri/toko di kawasan parkir kendaraan. Di sini saya membeli beberapa jenis souvenir.

Setelah semua anggota rombongan turun semua dari atas gunung, panitia memberikan komando untuk masuk kendaraan, lalu minibus  bergerak pulang menuju asrama. Jam menunjukkan pukul 20.45 saat rombongan tiba. Saya dan kawan-kawan langsung menuju ruang makan di lantai bawah tanah untuk santap malam. Tepat pukul 21.15, saya masuk kamar dan istirahat total (bersambung..).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s