60 HARI DI NEGERI PARA MULLA (Bagian 7)

Posted: February 26, 2010 in catatan perjalanan
Tags: , , , , , , , , , , , ,

HARI KEDELAPAN, SABTU, 01 DESEMBER 2007 (FUTSAL)

Hari ini, saya mengikuti kuliah seperti biasa. Jam pertama oleh al-Zubdawi. Jam kedua oleh Virjee, dan jam ketiga di sore hari oleh Sayyid Mahmood Musawi tentang Islamic Philosophy.

Shalat maghrib-Isya baru saja dilaksanakan berjama’ah di mushala bawah tanah, tatkala Sayyid Mas’udi, staff bagian kemahasiswaan, berdiri di depan jama’ah lalu mengumumkan dengan berbahasa Arab bahwa malam ini ada kegiatan futsal, barang siapa yang berminat harap segera bersiap-siap, setelah makan malam, di depan gerbang asrama. “Wah asyik juga nih” pikir saya, “dah lama hobi ini tak tersalurkan. Selain itu juga untuk lebih banyak mengenal sesuatu yang belum diketahui di sini”.

Setelah makan malam, buru-buru saya menuju ke gerbang, ternyata teman-teman sudah pada berkumpul dengan dandanan yang serba tebal, maklum musim dingin. Kulirik sepatu-sepatu mereka. “ini mau kuliah atau berolahraga” batin saya, “kok gak ada satupun yang bersepatu futsal, minimal sepatu ket lah hehehe”. Hampir semuanya memakai sepatu resmi ke kantor atau kuliah, termasuk saya. Maklum, karena memang tidak pernah terbayangkan di sini juga ada kegiatan olahraga seperti ini. Kalau tahu sebelumnya, tentunya saya akan membawa sepatu futsal saya.

Satpam berbicara via telpon dengan bahasa Persia yang tidak saya pahami. Satu kalimat yang saya tangkap “dar bas, dar bas”.. Entahlah apa artinya. Salah satu teman yang saya tanya mengatakan satpam itu sedang negosiasi carter taksi. Lalu saya pun ikut duduk menanti.

Tidak beberapa lama, taksipun datang. Mobil sedan tua buatan Eropa yang hanya muat empat orang, padahal rombongan lebih dari limabelas. Akhirnya lima orang dulu yang berangkat. Satu di samping sopir, dan empat orang termasuk saya berdesak-desakkan di kursi belakang. Lumayan hangat untuk cuaca dingin seperti saat ini hehehe.

Jam tangan telah menunjukkan pukul 8an saat taksi berangkat dan menyusuri malam di jalanan kota Qum. Saya tidak tahu mau dibawa ke mana. Saya pasrah saja, pasti nanti sampai juga. Saya manfaatkan perjalanan lebih banyak menyaksikan dari balik kaca mobil suasana malam yang gemerlap dengan lampu kota. Di sana sini banyak galian dan gundukan tanah. Tampaknya memang kota ini sedang membangun, mengembangkan pelbagai fasilitas umum. Tampak juga keramaian orang berlalu lalang, yang paling mencolok adalah para perempuan dengan cadurnya yang hitam misterius dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Taksi yang saya tumpangi terus melaju. Kadang belok ke kanan atau ke kiri di jalanan kota yang kebanyakan lebar, bertrotoar dengan taman yang tertata rapi. Dan akhirnya sampai juga. Taksi berhenti dan menurunkan kami berlima di depan gerbang yang bertuliskan Jami’a al-Ulum al-Islamiyah (The University of Islamic Sciences). Tidak ada staf Hauzah yang saya temukan di situ. Tampaknya kami datang duluan dan harus menanti yang lain. Agak lama juga menunggu. Dua orang kawan sampai memanfaatkan penantian untuk mencari swalayan dan membeli batrei kamera yang menurutnya tidak mahal.

Akhirnya, tiga taksi yang lain datang juga. Di antara penumpangnya ada Sayyid Mas’udi. Ia mengajak kami masuk ke dalam kampus setelah sedikit bicara dengan penjaga gerbang melalui loket. Ternyata kampus ini luas sekali, di dalamnya banyak gedung tampak seperti asrama mahasiswa dan laboratorium kerja mahasiswa. Kami dibawa ke satu gedung di sebelah pojok depan, gedung olahraga. Tampak di ruang depan ada banyak peralatan fitnes. Kami melewatinya dan terus ke lantai bawah tanah. Di situlah lapangan futsal berada. Lapangan ini didesain fleksibel. Selain futsal, tampaknya juga dimanfaatkan untuk bola basket. Ini dapat dilihat dari garis-garis pebatas dan dua menara berjalan yang di atasnya tergantung besi bundar berjaring menjuntai. Kami memasuki lapangan dan ternyata para staf hauzah dengan seragam futsalnya telah berada di sana. Sepertinya mereka juga telah menunggu lama. Kamipun ke ruang ganti pakaian, lalu melakukan sedikit pemanasan.

Rombongan dibagi menjadi tiga klub, lima-lima dan bermain sistem gugur. Klub mana yang kemasukan tiga gol, langsung lengser dan diganti klub lain. Tentunya pembaca bisa menebak, tidak ada satupun klub Indonesia yang bisa bertahan lama. Maklumlah, selain kebanyakan kami tidak biasa bermain bola, lawannya adalah orang-orang Persia yang fisiknya bongsor dan tenaganya taktertandingi. Walaupun demikian, saya pribadi senang dan bisa berteriak-teriak memberi semangat klub yang sedang bertanding. Hitung-hitung membuang kejenuhan diceramahi di ruang kuliah hah hah ha..

HARI KESEMBILAN, AHAD, 02 DESEMBER 2007 (KUNJUNGAN PERPUSTAKAAN FILSAFAT-KALAM)

Kegiatan kuliah pagi ini dimulai pada pukul 08.30. Materi pertama pagi ini adalah Irfan diteruskan dengan Tafsir Mawdlu’i hingga pukul 11.30.  Beberapa menit menjelang shalat Dluhur digunakan untuk istirahat hingga datang shalat berjamaah, lalu makan siang. Ada waktu yang cukup untuk beristirahat pada hari ini hingga kuliah sesi ke-3, Tasyayyu’ dimulai pukul 15.30 dan berakhir pukul 17.00.

Malam harinya diisi dengan kegiatan Budaya. Makan malam yang biasanya dilakukan usai shalat maghrib diakhirkan hingga kegiatan budaya selesai. Kegiatan budaya dilakukan dengan kunjungan perpustakaan dan toko buku. Perpustakaan yang dikunjungi pada saat ini adalah perpustakaan khusus Filsafat Islam dan Kalam.

Sungguh mengagumkan, dan diluar dugaan saya. Hingga malam hari pengunjung perpustakaan masih tetap asik membaca. Tidak kalah mengagumkan adalah jumlah dan macam buku yang tersedia di perpustakaan ini. Berbagai buku Filsafat Islam bahkan Barat serta Kalam dengan berbagai madzhab tersedia di sini. Bukan dari kalangan Syi’ah semata yang tersedia, tetapi buku-buku filsafat dan kalam kalangan Sunni, bahkan juga Wahabi (dalam klasifikasi mereka) juga tersimpan rapi.

Kunjungan perpustakaan berakhir hingga pukul 19.30 dan dilanjutkan dengan kunjungan toko buku. Toko buku yang dipilih adalah toko buku “Anshariyan”. Walaupun saya dan beberapa kawan pernah pergi ke sini, namun tetap saja mengasyikkan menyaksikan pelbagai buku yang demikian kaya. Di sini buku-buku berbahasa Arab, Inggris, dan juga Persi tersedia. Hampir semua dari kawan-kawan membeli buku-buku kecuali seorang yang nampaknya belum tertarik untuk membeli. Saya sendiri lebih memilih buku-buku berbahasa Inggris tentang Syiah dan Tasyayyu’.

Pukul 22.00 rombongan kembali di kendaraan dan melaju menuju hauzah. Kira-kira pukul 22.30, rombongan sampai di Hauzah. Karena waktu makan sudah berlalu dan rasa lapar sudah amat terasa, kamipun langsung menyerbu ruang makan dan melahap seadanya (bersambung..).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s