Archive for January, 2010

Makalah, oleh Saiful Amien

PENDAHULUAN

Manusia adalah animal educandum. Makhluk yang terus belajar. Ia tidak bisa berkembang tanpa belajar. Aneka potensi (inderawi, akli, nurani) yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadanya akan terasa sia-sia, tidak menjadi modalitas pengembangan diri, bila ia tidak belajar. Karenanya belajar merupakan suatu keharusan bagi manusia. Di dalam Islam, banyak sekali ayat Qur`an maupun hadits Nabi yang mempertegas hal itu.

(more…)

Makalah, oleh Saiful Amien
PENDAHULUAN
Sebelum mendiskusikan pelbagai prinsip yang tersurat dalam handbook of Instructional Message Design[1], ada baiknya kita mengingatkan kembali beberapa terma yang berkaitan dengan pokok bahasan ini. Dengan begitu, diharapkan prinsip-prinsip persepsi di atas dapat diletakkan sesuai foldernya dalam khazanah pengetahuan kita. Beberapa istilah ini telah disinggung dalam pengantar buku ini, dan kami hanya berupaya untuk menampilkan kembali dan memberinya “catatan kaki”:
(more…)

Makalah, oleh Saiful Amien & Fransina Lamere

PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami revolusi yang sangat cepat, hal ini berdampak signifikan terhadap kemajuan pola pikir masyarakat secara makro. Dalam bidang pendidikan, perubahan-perubahan ini telah memberikan pengalaman baru sekaligus merupakan tantangan bagi para praktisi untuk memanfaatkan perubahan tersebut menjadi salah satu modal penting penyelenggaraan kegiatan pendidikan yang lebih efisien dan efektif. Dalam hal ini, pendekatan teknologis menjadi bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Pendekatan teknologis diperlukan dalam rangka membantu proses pembelajaran guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu menjadi manusia yang berpengetahuan dan berbudi luhur. Di samping itu, kegiatan pembelajaran bertujuan sebagai wahana pelestarian nilai-nilai dan kebudayaan, sehingga setiap individu berkewajiban untuk dapat berperan aktif dalam transformasi nilai demi kemajuan bangsa dan negara. Oleh karenanya, untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran yang aktif dan berkualitas, salah satu unsur utama adalah keberadaan guru yang berkualitas pula. Guru yang berkualitas adalah guru yang memilki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional seperti yang tersirat dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

(more…)

Makalah, oleh Saiful Amien

Undzur ma qala wala tandzur man qala (elMahfudzat)[1]

Focus on the problem, not the person (Susan & Tim Hill)

Prolog

Republika, Minggu 24 Mei 2008 menulis:

Fikri merasa amat senang ikut belajar berkelompok. Belajar bersama teman-teman, ia rasakan seakan lepas dari kekakuan. Tak ada perasaan yang menuntut ia mesti duduk manis di dalam kelas, mendengarkan penjelasan guru. Tak ada aturan yang tegas untuk menerima pelajaran. Semua saling memberi dan menerima. Kebersamaan baginya amat membantu pemahamannya terhadap pelajaran. “Pokoknya senang, deh,” ucap siswa kelas V salah satu SD di bilangan Pondok Aren, Tangerang itu.

Fikri berbeda dengan Nugroho. Siswa kelas II SMP Negeri di Jakarta ini mengakui tidak bisa menikmati belajar bersama teman-temannya baik di dalam maupun di luar kelas. Belajar berkelompok ia rasakan bagai siksaan. Siswa pendiam ini benar-benar tidak menikmati suasana belajar yang biasa diwarnai dengan keramaian, kegembiraan bahkan terkadang senda gurau itu. “Mendingan belajar sendiri. Tidak bergantung pada orang lain!” ucapnya[2].

(more…)

Makalah, oleh Saiful Amien

PENDAHULUAN

Tulisan ini akan mereview chapter 8, buku The Act of Teaching karya Donald R. Cruickshank dkk. (halaman 237-277), yang membahas tentang empat alternatif model pembelajaran, yakni kooperatif, diskoveri, konstruktivis, dan langsung.

(more…)

Makalah, oleh Saiful Amien

PENDAHULUAN

Tulisan ini akan membahas pelbagai pokok pikiran di dalam Chapter 8 buku Educational Psychology karya Robert E. Slavin (halaman 240-273), yang membahas tentang pembelajaran berpendekatan konstruktivistik dan berpusat peserta didik. The main ideas tersebut dirumuskan dalam pertanyaan berikut:

(more…)

Makalah, oleh Saiful Amien.

MUKADDIMAH

Madrasah Aliyah Muhammadiyah I Malang (MAM I Malang) merupakan lembaga pendidikan menengah tingkat atas yang diselenggarakan oleh yayasan Muhammadiyah dalam hal ini Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (Majlis Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang dan secara koordinatif berafiliasi pada sistem pendidikan nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Agama RI. Sebagaimana diketahui, madrasah aliyah dan sekolah menengah umum sebenarnya tidak banyak berbeda, kecuali pada landasan filsafat dan paradigma pendidikannya yang konon merujuk pada filsafat pendidikan Islam, itupun ketika dibumikan pada ranah praksis kependidikan seringkali filsafat itu tidak begitu berasa, kecuali pada hal-hal lahiriyah dan simbolik seperti seragam siswi dan ibu gurunya yang wajib berjilbab. Bangunan keilmuan yang dipelajari oleh peserta didiknya juga tidak banyak berbeda kecuali di Aliyah lebih ditekankan pada pendidikan agama Islam yang dibagi dalam beberapa sub-matapelajaran seperti Qur`an-Hadits, Akidah-Akhlaq, Fiqh, dan Sejarah Kebudayaan Islam[1].

(more…)