KOK ADA YA…

Posted: January 2, 2009 in celetukan

DyVpYzvs_400x300Tadi malem, saya dan kawan-kawan Indonesia, berenam diundang ‘asya` (makan malam) oleh mahasiswa Arab, Mansur dan Sa’ad yang keduanya dari marga yang sama, al-Qahthani dan dari satu daerah, Abha namanya di Saudi Selatan, sudah mendekati Yaman.

Kami dijamu di kamarnya dengan pelbagai makanan khas Timur Tengah seperti kabsya, maqroni dan nasi bukhary dengan ayam panggangnya yang gede-gede. Dibuka dengan minum kopi Yaman yang terasa asing di lidah saya, mendekati rasa jahe tetapi ada pahit-pahitnya sedikit. Disuguhkan tanpa campuran gula yang dituang ke dalam gelas ‘unyil’ (biasanya kalau di Jawa Timur, gelas ini dipakai orang yang baru pulang haji utuk nyuguhi air zam-zam kepada tamu-tamunya), minumnya dibarengi dengan makan kurma. Setelah itu kami menyantap hidangan secara berjama’ah. Ada yang pake sendok, tetapi kebanyakan “muluk” pake tangan, termasuk saya he hehe… setelah itu, kita ngobrol ngalor-ngidul. Suasananya akrab, dekat, dan tidak berjarak antara Arab dan ajam. Singkat cerita, tuan rumah begitu senang dan sibuk melayani tamunya, sampai rasa ketimuran saya menunjukkan “sungkan”. Akhirnya, kami memohon izin undur diri, terutama saya karena besok pagi, jam pertama, ada ujian midel dan seharian belum mengulang pelajaran.

Di perjalanan, kami memiliki satu kesimpulan yang sama: kok ada ya orang Saudi yang baik begini. Tentu kesimpulan ini tidak lazim, karena tidak bisa menghukumi jama’ah dengan pukul rata, gebyah uyah. Tetapi, pastinya kesimpulan ini tidak hadir dari ruang hampa. Bisa jadi memang kami berenam selama ini, saat berinteraksi dengan orang sini, sering mendapati perlakuan yang “kurang mengenakkan”, terutama ketika masuk dalam birokrasi administrasi baik di kampus maupun di luar.

Bisa jadi Anda mengatakan ini barangkali adalah akibat dari interaksi antar-budaya yang berbeda. Bisa jadi benar, tetapi hati nurai setiap orang dari budaya apapun pasti menjadi barometer yang sama tentang kebajikan dan kebaikan insani. Itu yang kurang kami temukan di sini. Maka kebaikan dua saudara dari bani Qahthani ini, menjadi oase tersendiri di tengah padang pasir kehidupan negeri ini. Mudah-mudahan saya akan mendapati qahthani-qahthani yang lain di sisa waktu saya di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s