Archive for January, 2009

KOK ADA YA…

Posted: January 2, 2009 in celetukan

DyVpYzvs_400x300Tadi malem, saya dan kawan-kawan Indonesia, berenam diundang ‘asya` (makan malam) oleh mahasiswa Arab, Mansur dan Sa’ad yang keduanya dari marga yang sama, al-Qahthani dan dari satu daerah, Abha namanya di Saudi Selatan, sudah mendekati Yaman.

(more…)

Advertisements

Jalan Hidup

Posted: January 1, 2009 in celetukan

tawfeeq-tTadi malam, saya mengikuti kajian rutin dwimingguan mahasiswa Indonesia di King Saud University Riyadh. Sebagai sekadar “ole-ole”, saya ingin berbagi perenungan dengan Anda. Tentunya tulisan ini telah melalui adonan bahasa dan interpretasi saya. Semoga bermanfaat.

(more…)

BIASA AJA

Posted: January 1, 2009 in celetukan

bm_massoudy_200x270Tiada tradisi khusus bagiku untuk menyambut taon baru. Semuanya mengalir begitu saja. Mungkin ente mengatakan: kok datar-datar, hidup tiada berwarna, hidup tiada rasa, katrok! dan sejenisnya. Tetapi begitulah diriku, dan demikianlah “tradisi” yang berlaku di keluargaku. Senang-senang, suka cita, bagi kami amat mubadzir untuk sekadar menyambut taon baru. Karena selain saya tidak mampu membeli “kesenangan” seperti itu, juga karena saya tidak dibesarkan dalam “kesenangan” semacam itu. Sehingga tidak ada sedikitpun dalam diri ini keterpautan emosionil dengan apa yang dikatakan perayaan taon baru.

Nah, kok kebetulan, dua kali pergantian taon saya selalu di negeri yang sengaja tidak memperdulikan pergantian tahun. Taon baru 2008, saya di kota Qum, Iran. Jam 12 teng, kala itu justru saya sedang ngerebus supermi untuk mengobati lidah yang dah rindu masakan Indonesia. Taon baru 2009, saya di kota Riyadh, Saudi. Sedang makan pecel dengan lauk ikan asin bersama kawan-kawan, nikmat… terobati dah kerinduan akan kuliner tradisional jawa timuran….

BARU DAN BERKURANG

Posted: January 1, 2009 in celetukan

Hari baru, bulan b6a00d4141890d86a4700d09e6ba90cbe2b-200piaru, dan tahunpun baru…

Masa berlalu, dan terus berputar.

Tidak bisa tidak. Sunnatullah telah mensabdakan hukumnya.

Ketika daur masa tiba pada yang baru, ada gembira, ada suka,

ada harap, ada angan, ada mimpi, mungkin juga ada do’a:

tentang “perubahan” yang bisa diwujudkan…

Namun, pada hakikatnya… di balik semua itu,

satu perubahan telah terjadi: umur bertambah, dan jatah waktu hidup pun berkurang!

Hanya ada satu pilihan, pada yang terbaiklah, satu-satunya jaminan,

di setiap amal perbuatan, yang tersisa.

Pada yang baru, pada yang tersisa,

ikhtiar kita pada kebajikan semoga bisa terwujudkan.

semoga…