KEMERDEKAAN17 Agustus 72 tahun yang lalu, Soekarno Hatta atas nama bangsa Indonesia ikrarkan kemerdekaan negeri ini dari segala bentuk penjajahan bangsa lain. Tiga abad lamanya bangsa ini telah belajar dari tangis-pedih; dari duka-nestapa; dan dari derita-kematian para pejuang kemerdekaan bahwa api jihad haruslah selalu dikobarkan terhadap segala bentuk penindasan dan kedhaliman manusia atas manusia di atas bumi pertiwi ini.

Kini, setelah 7 decade sang saka merah putih berkibar bersama silih bergantinya rejim kepemimpinan oleh anak negeri sendiri, menyeruak satu tanya mendasar di lubuk hati: “Benarkah kita telah merdeka?”

Read the rest of this entry »

DO’A HARI KEMERDEKAAN KE72

Posted: August 17, 2017 in do'a
Tags: , ,

75zqweBapak-ibu, saudara-saudari,
Marilah kita tundukkan hati. Sejenak kita buka ruang kesadaran ilahiyah kita untuk menambat-kan asa, menggantungkan harap, dan menyandarkan segala permohonan kepada Allahusshomad, dengan bersholawat, beristighfar lalu bermunajat..

اللهم صل على محمد وآل محمد كما صليت على إبراهيم وآل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد
أستغفر الله العظيم، أستغفر الله العظيم، أستغفر الله العظيم، وأتوب إليك

Read the rest of this entry »

MERDEKA

Posted: August 10, 2017 in celetukan, cerpen
Tags: , ,

MERDEKANama aslinya Merdeka. Mungkin karena ia orang Jawa, dipanggil Eka terasa kurang jawani. Jadinya oleh teman-teman sepermainan dipanggil Eko begitu saja. Konon ia lahir pas tanggal 17 Agustus, di saat ibunya yang pegawai kantor kecamatan sedang mengikuti upacara bendera. Tiba-tiba perutnya yang hamil besar mules dan terasa akan melahirkan. Segera dibopong oleh kawan-kawannya ke kantor dan dipanggilkan bidan. Namun, sebelum juru bantu-lahir tersebut datang, ternyata sang jabang bayi mbrojol duluan. Sedikit gemparlah kantor kecamatan dan orang-orang yang sedang upacara di depannya. Sepertinya sang jabang bayi ingin juga memperingati hari kemerdekaan RI. Untuk mengingat itu, lalu orangtuanya menamai ia dengan asma Merdeka.

 

Read the rest of this entry »

BERBEDA

Posted: August 6, 2017 in celetukan
Tags: , ,

berbedaYuk Na hanya bisa tersenyum ketika Bu Desi, wali kelas putrinya mengulang pertanyaan yang sudah ke sekian kali ditanyakan: “Sudah finalkah keputusan ibu memasukkan Ela ke pesantren?”

“Eman loh, Bu..” lanjut bu guru itu saat melihat Yuk Na hanya tersenyum, “Ela anaknya pintar. Prestasi non-akademiknya juga banyak. Dan punya sertifikat nasional pula. Itu cukup sebagai modal diterima di SMP atau MTs negeri unggulan di kota kita lewat jalur prestasi”

Read the rest of this entry »

KASIHAN

Posted: August 5, 2017 in celetukan
Tags: , ,

kasihanMbah Sum menutup diri. Tidak sekadar enggan berkomunikasi, rumahnya pun selalu ditutup rapat. Sejak kematian putra keduanya, Kang No, nenek tujuhpuluh tahun ini seakan dipaksa melakoni kehidupan seperti ini. Menyendiri dan sembunyi. Sebisa mungkin lari dari putaran nasib almarhum anaknya. Ia ada namun sedapat mungkin meniada. Setiap ketukan pintu orang asing selalu dibiarkan sia-sia. Para tetangga sebelah sungguh maklum; terjebak antara kasihan dan ketidakmampuan berbuat apa-apa kecuali serasa menjadi penyambung lidah semata. Bagai paduaan suara, tanpa diminta mereka akan berkata “tidak tahu” bagi siapa yang mencari ibu dua putra ini.

Read the rest of this entry »

KEMBALIAN

Posted: January 30, 2017 in celetukan
Tags: , , ,

kembalianYuk Na merasa sangat khawatir. Sambil menggendong oroknya ia mondar-mandir, gelisah. Jarum jam di dinding menunjuk angka 1.30 siang, namun si Endut, anak keduanya tak kunjung pulang ke rumah. Ia kontak HP suaminya berkali-kali, namun hanya suara perempuan penunggu telepon yang tidak bosan meminta maaf. Mau menyuruh anak sulungnya untuk mencari sang adik, ia sedang diajak ke rumah Budenya. Mau berangkat sendiri, hari sedang hujan lebat disertai petir bersahutan. Hati Yuk Na semakin galau, tak karuan.

Tidak seperti biasanya, si Endut pulang lama seusai shalat Jum’at. Yuk Na teringat anak lelaki yang baru duduk di bangku TK itu saat berangkat jum’atan. Ia meminta uang untuk dimasukkan kotak amal sebagaimana Yuk Na ajarkan. Ia beri selembar uang Rp. 5000an karena tidak ditemukan di dompet lembaran atau recehan Rp. 2000an. Namun sampai sekarang mengapa anak itu belum juga kembali ke pangkuannya. Yuk Na semakin gelisah.

Read the rest of this entry »

GOBLOK [3]

Posted: January 29, 2017 in celetukan
Tags: , ,

boblok1Sungguh semakin saya mengamati kebiasaan hidup Mbah Jiman, semakin tidak bisa mengerti. Jadinya… yang goblok itu saya atau dia? Kalau boleh sedikit sombong, mungkin dialah yang goblok. Bagi saya, definisi goblok itu gampang saja. Siapa yang tidak menggunakan akal rasionya dalam melakoni kehidupan, dialah yang goblok. Dan saya kira itu cocok dengan apa yang pernah dikatakan orang tua itu: “Jalani saja hidup ini secara goblok!”.

Read the rest of this entry »