images (1)HP di saku Dul berdering saat ia dan keluarganya pada etape terakhir berlebaran di rumah para tetangganya. Dipungutnya telepon pintar itu dan tertera nama Kang Tono. “Assalamualaikum..” terdengar suara dari speaker.
Waalaikum salam” balas Dul, “Iya Kang, di mana?”
“Di depan rumahmu. Sampean di mana?”
“Oh iya, Kang. Sebentar ya, saya masih di rumah Pak Hendru. Setelah ini langsung pulang”
“Injih, saya sabar menunggu, Kang” Jawab Kang Tono di ujung telepon.

Read the rest of this entry »

GERBANG

Posted: July 18, 2016 in celetukan
Tags:

imagesDua puluhan tahun yang lalu, gerbang ini biasa ia lalui saat lari pagi setiap Selasa dan Jumat sepanjam enam tahun dengan perasaan yang tidak istimewa. Namun kali ini, berbeda. Tiba-tiba saja ada pemaknaan ulang yang membetot kesadarannya. Dengan tangan kanan menggandeng putra pertamanya, gerbang ini membawanya kembali ke masa di mana ayahnya dahulu juga menggandengnya di sini. Mendaftar menjadi santri di almamater ini.

Read the rest of this entry »

GAGAL

Posted: November 11, 2015 in celetukan
Tags: , , ,

gagalMbah Mis tengah terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit elit sejak seminggu lalu. Ia hanya ditemani suaminya, Mbah Mus, dan keponakannya yang setia, Yu Na. Lalu ke mana anak dan mantunya? Mengapa tak satupun yang tampak bersabar mendampingi dalam sakitnya? itulah yang senantiasa terbetik dalam pikiran para pembesuk termasuk saya.

Read the rest of this entry »

JIDAT

Posted: November 3, 2015 in celetukan
Tags: , ,

jidatSampean laopo toh, Pak? (Kamu sedang apa, pak?)” Ujar Yu Siti pada suaminya, Kang Tain yang sedang berusaha keras menggosok-gosok jidatnya di depan cermin untuk menghilangkan dua bulatan hitam yang membekas di sana.

Nggak, Bu. Hanya membersihkan wajah kok! ” jawab Kang Tain ringan.

“Bersihkan wajah kok nggak ndang mari (tidak segera selesai)” ucap Yu Siti sambil mendekat ke suaminya.

Read the rest of this entry »

SAKIT

Posted: November 1, 2015 in celetukan
Tags: , ,

imagesMbah Fatima merasa diinjak harga dirinya dan tak kuasa membela, hatta sekadar berteriak. Semalaman matanya tak mampu dipejamkan karena peristiwa menyakitkan itu selalu berbayang.

Muncul penyesalan di benaknya mengapa ia sudi memberikan putra keempatnya untuk dinikahkan dengan putri keluarga kaya di kampungnya, kalau hanya kemudian menjadi objek kedengkian saudara-saudari iparnya. Dan yang lebih membuatnya tersakiti adalah mengapa percecokan antar ipar itu begitu mudah dihamburkan ke tetangga yang seakan akhir dari cerita itu menyudutkan anaknya sebagai biang kerok.

Read the rest of this entry »

ANAK

Posted: June 2, 2015 in celetukan
Tags: , , , ,

anak2Kang Mus jengkel, gregetan dan bercampur dendam. Didudukkan anak pertamanya. Ia ceramahi habis-habisan. Ia merasa tidak bisa menerima, mengapa anaknya yang tidak kurang satu apapun, tidak bisa lolos masuk menjadi siswa sekolah dasar unggulan di kotanya. Ia tidak berani menyalahkan Tuhannya atas takdir yang tertulis buat sang anak. Dari itu, kekesalannya tertumpah kepada anaknya, si Izah, yang sejak awal diceramahi tidak juga bisa mengerti mengapa ayahnya sewot setengah mati.

Read the rest of this entry »

KAPOK

Posted: June 1, 2015 in celetukan
Tags: ,

kapok2Entah apa sebabnya, Kang Nam kalau diajak main ke rumah teman-temannya yang kaya dan berharta, pasti tidak mau. Sampai elek, njengking-njengking atau sungkem di kakinya sekalipun, ia tetap menolak. Padahal kuyakin, pasti ia tahu hukum dan balasan menyambung tali silaturrahim. Lha wong, ia ustadz tentu dong pernah membaca hadits silaturrahim.

Read the rest of this entry »