GOBLOK [2]

Posted: January 21, 2017 in celetukan
Tags: , ,

goblok-2“Tolong buka kacanya, Dul” pinta Mbah Jiman kepadaku saat ada pengemis mendekati mobil kami yang sedang berhenti di bawah lampu merah.

Kubuka kaca jendela di samping kiri Mbah Jiman secara otomatis dari sentral lock di sebelah kananku. Ia merogoh kantong bajunya dan dengan cepat ia berikan lembaran Sepuluh Ribu rupiah kepada sang pengemis, seraya berucap: “Nyuwun pandongane, Bu njih…

Agak terkejut, sang pengemis cepat menyambar lembaran merah itu. Ia hanya menunduk, tanpa berucap satu katapun. Lalu segera berpindah ke mobil berikutnya.

“Tidak salah, Mbah?” tanyaku sambil pelan kuinjak gas mobil saat lampu hijau menyala, “Uang Sepuluh Ribu akan memanjakan mereka untuk tetap menjadi pengemis loh”

“Ya, sekali-kali menyenangkan pengemis kan yo… apik toh, Dul?” jawabnya tidak serius.

Read the rest of this entry »

GOBLOK [1]

Posted: January 11, 2017 in celetukan
Tags: , ,

goblokDi kampungku, ia biasa dipanggil Mbah Jiman. Nama aslinya Abdurrahman. Sejak dalam kandungan ia mungkin ditakdirkan dari keluarga kaya. Tidak heran jika umur sepuluh tahun ia telah dihajikan oleh orangtuanya, sehingga tersematlah sebutan kaji di deretan namanya: Kaji Abdurrahman. Biasa, untuk enaknya, teman sepermainan lalu memanggilnya dengan nama pendek “Jiman”.

Kata banyak orang, mungkin berangkat dari pengalaman dan pengamatan, harta warisan biasanya jarang bisa berkembang di tangan ahli waris. Kalau orang tua atau pewaris tak berhasil mendidik anak-anaknya menjadi berkeadaban, biasanya harta warisan yang ditinggalkan ludes karena diperebutkan. Demikian pula, jika beruntung sang pewaris bisa menghantarkan anak-anaknya menjadi para shalihin yang beradab, kebanyakan secara kasat mata harta warisan setelah dibagi juga tidak mampu dikembangkan secemerlang orangtuanya. Kang No, tetanggaku yang pernah kuliah mengatakan: “Semua anak mewarisi DNA ayahnya, tetapi belum tentu membawa pula takdirnya”. Kang Lim, tetanggaku yang guru bilang: “Makanya, wariskanlah kepada anakmu akhlak dan etos hidup yang baik, karena ia membawa nasibnya sendiri-sendiri”.

Read the rest of this entry »

ANCUR

Posted: January 4, 2017 in celetukan
Tags: , ,

ancurTing tung” Satu pesan singkat masuk di handphone Kang Lis dari nomor yang tidak dikenal. Dibuka dan terbaca di layar: “Ass. Saya Fulan, jama’ah ustad. Ingin silaturrahmi. Apakah ustad ada di rumah?

Tanpa ada prasangka, Kang Lis segera nutul keybord Hpnya: “Wass. Iya, saya sedang di rumah. Monggo..

Iya, ustad. Segera meluncur. Terima kasih” jawaban dari seberang.

Jam di dinding menunjuk angka 05.15 sore, tatkala lelaki yang mengaku Fulan datang dan memarkir motor bututnya di depan rumah. Ia berperawakan pendek, ada sedikit botak, bertopi namun tak berhelm. Kang Lis tidak mengenalnya. Namun, tetap mempersilahkan masuk rumah sebagaimana tamu biasanya.

Read the rest of this entry »

BERDAMAI

Posted: January 2, 2017 in Uncategorized
Tags: , ,

berdamai“Maafkan aku, Pak!” tulis Yuk Ni melalui telepon pintar dalam satu chattingan.

“Maaf untuk apa?” balas Kang Man, singkat.

“Maaf atas semua keputusanku di masa lalu yang barangkali menyisakan rasa sakit di hatimu”

“Hehehehe” tulis Kang Man sambil menambahkan icon kepala botak dengan mulut terbuka lebar tanda tertawa.

“Mengapa tertawa? Saya serius, Pak! Please deh!

“Saya juga serius, Bu!”

“Serius apa? La wong tertawa begitu?”

“Ya, serius menertawakan masa lalu kita”

Read the rest of this entry »

ONTEL

Posted: January 1, 2017 in celetukan
Tags: , , ,

ontelYa, ontel. Ada yang menyebutnya sepeda angin, atau sepeda kayuh. Dalam bahasa Arab disebut “darrajah” dengan dipanjangkan bacaan huruf Ra-nya. Kata “darrajah” ini seakar dengan “darajah” yang berarti derajat, harkat atau martabat. Menyaksikan ontel tua ini , terbawa ingatan pada seseorang yang memiliki derajat tinggi di hadapan Tuhan karena kesederhanaan, ketulusan, takzim kepada guru, dan pengabdiannya dalam kebajikan kepada sesama. Ya, ontel tua ini menjadi saksi bisu perjalanan almarhum. Seandainya ditemukan teknologi pemindah rekaman peristiwa yang tersimpan dalam setiap benda, maka ontel ini akan berkisah banyak tentang tapak laku sang tokoh sederhana ini.

Read the rest of this entry »

waktuRenungan Tahun Baru

Saat ini kita ada di penghujung tahun 2016, dan akan memasuki awal tahun baru 2017M. Biasanya kebanyakan manusia bergembira menyambutnya. Dihitungnya detik-detik pergantian tahun itu dengan perlahan, dan kala jarum jam menunjuk pukul 24.00, ramai-ramai manusia mengucapkan selamat tahun baru.

Suasana lalu menjadi semakin bergemuruh, kemeriahan semakin bertambah. Tiupan terompet tak henti-hentinya mengilikitik telinga. Permainan cahaya kembang api elok dipandang mata.

Dan tak kalah dengan keramaian di lapangan kota, mereka yang di tengah kampung pun ikut latah. Disulutnya sumbuh petasan, lalu gelegarnya saling bekejaran serasa hen hendak merobek kendang telingah.  Intinya, semua tertawa riang bergembira. Namun, sabda alam selalu mengajarkan harmoni. Bahwa bersama keramaian, selalu membonceng kesunyian. Di balik kegembiraan, sesungguhnya mengintip kesedihan.

Read the rest of this entry »

TEGAR

Posted: December 28, 2016 in Uncategorized
Tags: , , ,

tegarBenarlah Tuhan dengan segala firman-Nya. Hari-hari akan dipergilirkan di antara manusia, tanpa bisa menolaknya. Pagi bahagia, sore nestapa. Sama halnya alam semesta bersabda: tak selamanya langit cerah berawan, adakalanya juga mendung berhujan. Begitulah sunnah kehidupan, rodanya terus berputar. Dan bagi orang beriman di situlah ada ujian. Siapa yang mampu tegar dengan syukur dan sabar, dialah yang mendekap keberkahan.

Read the rest of this entry »