ANALISIS BUKU AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Posted: December 29, 2011 in publikasi ilmiah
Tags: , , , , ,

HASIL PENELITIAN, Saiful Amien. 

Abstrak: Tulisan ini berupaya menganalisis dan mendeskripsikan buku ajar PAI kelas 1 Sekolah Dasar, Khazanah Pendidikan Agama Islam Kelas 1 Sekolah Dasar (Achmad Farichi dkk., Yudhistira Bogor, 2007) dari 4 aspek: isi, kebahasaan, kegrafikan, dan metodologi penulisan. Metode yang digunakan adalah Qualitative Content Analysis (Analisis Isi Kualitatif) dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-statistik. Di sini ditemukan bahwa buku ajar ini dari 3 aspek: isi, kebahasaan dan kegrafikan dalam katagori layak digunakan, namun pada aspek metodologi penulisan hanya dalam katagori cukup layak semata.

Kata kunci: Buku Ajar, materi, Kebahasaan, Kegrafikan, Metodologi Kepenulisan, Pendidikan Agama Islam

Pendahuluan

Tidak dapat dinafikan, buku ajar di dalam praktik pendidikan kita masih merupakan sumber belajar yang paling dominan bahkan paling sentral. Studi Dedi Supriadi (2000) menunjukkan bahwa buku ajar merupakan satu-satunya buku rujukan yang dibaca oleh siswa, bahkan juga oleh sebagian besar guru.

Hal ini setidaknya menunjukkan masalah sekaligus peluang. Ketergan-tungan siswa dan guru yang begitu besar kepada buku ajar merupakan kelemahan mendasar dunia pendidikan nasional, tetapi pada sisi lain menginspirasikan treatment strategis bagi pengembangannya. Untuk yang terakhir, fenomena ini sesungguhnya menyodorkan sesuatu yang urgen bahwa buku paket pembelajaran bisa menjadi katalisator (baca: jalan pintas) peningkatan mutu pendidikan Indonesia yang sedang terpuruk.

Ada dua alasan mengapa buku ajar menjadi alternatif strategis-akseleratif pembangunan kembali dunia pendidikan Indonesia yang sudah bangkrut. Pertama, kualitas guru yang sebagian besar tidak memadai. Sudah menjadi pengakuan umum bahwa rendahnya kualitas guru Indonesia karena beberapa sebab yang memang tidak kondusif bagi mereka untuk berkembang dan profesional dalam bidangnya adalah salah satu titik lemah pendidikan nasional.

Rendahnya mutu guru salah satunya disebabkan oleh masih adanya angka guru mismatch dan underqualified yang relatif tinggi. Beberapa usaha telah dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru seperti inservice training, sertifikasi, atau bahkan program pascasarjana. Tetapi usaha semacam ini, di samping sulit menjamin kualitas hasilnya, juga membutuhkan biaya besar dan waktu lama.

Di tengah kondisi yang demikian, perlu dicari alternatif yang paling mungkin untuk menolong siswa dalam jangka pendek, dan tanpa membutuhkan waktu terlalu lama. Dalam hal ini, kehadiran buku pelajaran berkualitas yang dirancang dengan asumsi bisa dipahami dengan baik tanpa guru sekalipun dan, tentunya, relevan terhadap temuan terbaru menjadi sangat mendesak.

Kedua, seperti yang diungkap di atas, buku paket merupakan satu-satunya buku rujukan yang dapat diakses (dibaca) oleh hampir seluruh siswa, bahkan juga oleh sebagian besar guru. Tragis sekali bila satu-satunya sumber belajar yang bisa diakses siswa ini tidak ditangani secara serius. Di samping itu, seperti yang ditunjukkan oleh laporan International Education Achievement tahun 1999, minat baca siswa di sekolah-sekolah Indonesia menempati nomor dua terakhir dari 39 negara yang disurvei. Tentunya, keadaannya akan semakin parah bila minat baca siswa yang minim tersebut diperburuk oleh rendahnya kualitas buku pegangan yang menjadi satu-satunya buku bacaan mereka. Mereka bisa jadi kehilangan minat terhadap buku.

Lalu apa kelemahan buku ajar kita? Jamaludin mencatat ada lima, yaitu dari aspek: isi, bahasa, desain grafis, metodologi penulisan, dan strategi indexing (www.mediaindonesia.com, 7/12/2009).

Masalah isi mengandung dua cacat pokok, yakni terlalu banyak dan kadaluwarsa. Hal ini tentu bisa menyesatkan, sebab sudah tidak sesuai dengan penemuan-penemuan mutakhir. Sebuah riset yang dilakukan oleh Sri Redjeki (1997), misalnya, menunjukkan bahwa buku-buku pelajaran yang dikonsumsi pelajar Indonesia tertinggal 50 tahun dari perkembangan terbaru sains modern. Ini juga bisa dilihat dari referensi lama yang dipergunakan. Pengakuan para penyusun buku seperti diungkap Supriadi patut mendapat catatan: Para penyusun bukannya ‘menulis buku baru dengan referensi yang baru pula’, melainkan ‘menata ulang’, ‘mengemas kembali’, atau ‘merakit kembali’ materi-materi yang telah ada dalam buku-buku sebelumnya. Maka yang terjadi sebenarnya adalah reproduksi ulang kesalahan-kesalahan sebelumnya dengan kemasan baru.

Dari segi bahasa dan ilustrasi, kelemahan yang menonjol adalah penggunaan bahasa dan ilustrasi yang tidak komunikatif sehingga tidak berhasil menyampaikan pesan inti buku.

Dari segi metodologi penulisan, kelemahan tampak pada nihilnya nuansa yang bisa menggugah kesadaran afektif-emosional siswa, terutama dalam buku-buku sosial, moral, dan keagamaan. Pendekatan yang dipakai terlalu materialistik, kering, dan membosankan sehingga gagal menyampai-kan pesan isi (content provision) sebuah buku.

Sedangkan dari aspek strategi kemudahan untuk membaca, indexing hampir tak pernah ada dalam buku ajar anak-anak kita. Tidak seperti di Singapura dan Amerika yang kaya dengan indeks. Buku-buku ajar kita miskin inisiatif bahkan untuk sebagian buku di perguruan tinggi. Dalam beberapa studi disebutkan, ketersediaan indeks dalam buku ajar akan menaikkan tingkat analitis dan daya kritis anak terhadap setiap persoalan. Karena, dengan indeks seorang anak akan belajar bagaimana melihat kebutuhan pokok bahasan yang sesuai dengan minat dan keinginannya tanpa perlu waktu lama dalam memperolehnya (Baedlowi, www.mediaindonesia.com).

Dari itulah, tulisan ini bermaksud untuk menganalisis buku teks Khazanah Pendidikan Agama Islam Kelas 1 Sekolah Dasar (Achmad Farichi dkk., Yudhistira: Bogor, 2007) dari empat aspek: isi, kebahasaan, kegrafikan, dan metodologi penulisan. Analisis ini menggunakan Qualitative Content Analysis (Analisis Isi Kualitatif) yang dipadu dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-statistik. Hasil dari penghitungan di atas selanjutnya ditafsirkan dan diputuskan kualitas produk buku ajar dengan menggunakan konversi tingkat pencapaian skala Linkert (skala 5) sebagaimana dijabarkan dalam tabel 5.1.

 

Tabel  1   Kriteria Kelayakan

 

TINGKAT PENCAPAIAN KUALIFIKASI KETERANGAN
87,6% – 100% Sangat Baik Sangat Layak digunakan
75,1% – 87,5% Baik Layak digunakan
62,6% – 75,0% Cukup Baik Cukup layak digunakan
50,1% – 62,5% Kurang Baik Tidak layak digunakan
00 – 50,0% Amat Kurang Baik Amat tidak layak digunakan

 

Identitas Objek

1. Bentuk : Bahan cetak
2. Judul : Khazanah Pendidikan Agama Islam 1, Kelas 1 Sekolah Dasar
3. Sasaran : Siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD)
4. Nama Penyusun : Achmad Farichi, S. Pd.I; Drs. Moh. Muttaqin, M. Hum; Imam Arisusila Alhadi, S. Pd.
5. Penerbit : Yudhistira
6. Tebal Buku : 139 +xii
7. Cetakan : Pertama, Mei 2007
8. Ukuran Kertas : Letter buram (21 cm x 27 cm) 70 gram
9. Sifat Cetakan : Full color

 

Aspek Isi Pembelajaran

Ditinjau dari kelayakan isinya, buku teks ini telah mencakup semua materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sebagaimana ditetapkan oleh kurikulum nasional. Muatan materinya telah meliputi: 1) Al-Qur’an [QS. al- Fatihah, al-Kautsar, an-Nashr, dan al-’Ashr]; 2) Aqidah [Pengenalan rukun iman, dan syahadat]; 3) Akhlak [jujur, bertanggungjawab, disiplin, tolong menolong, hormat terhadap orangtua, adab makan dan minum, dan adab belajar]; dan 4) Fiqih [Pengenalan tatacara bersuci (thaharah) dan membiasakannya].

Sedangkan kedalaman materinya sampai pada: 1) materi Al-Qur’an: Melafalkan dan menghafalkan QS. Al- Fatihah, Al-Kautsar, An-Nashr, dan Al-‘Ashr; 2) Aqidah: a] menunjukkan ciptaan Allah SWT melalui ciptaan-Nya, b] melafalkan, menghafalkan dan mengartikan dua kalimat syahadat;  3) Fiqih thaharah: mempraktikkan tatacara berwudhu, berdoa setelah berwudhu, bacaan shalat;  4) Akhlak:  memberi contoh dan pembiasaan perilaku terpuji (lihat tabel 2).

Ditinjau dari ketepatan materinya, ada beberapa catatan yang perlu diapresiasikan pada buku ajar ini: pertama, materi yang bertipe konsep beserta penjelasannya diambil dari  Al-Qur’an, Hadis dan ijma’ ulama misalnya konsep aqidah, akhlaq, fiqh, rukun iman, rukun Islam dan sebagainya.

   

Tabel 2   Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar PAI Kelas 1 SD

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Semester I

Al Qur’an

1. Menghafal Al Qur’an surat pendek pilihan

 

1.1.     Melafalkan QS. Al-Fatihah dengan lancar

1.2.    Menghafalkan QS. Al-Fatihah dengan lancar

Aqidah

2. Mengenal Rukun Iman

 

2.1.    Menunjukkan ciptaan Allah SWT melalui ciptaannya

2.2.    Menyebutkan 6 rukun iman

2.3.    Menghafal enam rukun iman

Akhlaq

3. Membiasakan prilaku terpuji

 

3.1.    Membiasakan prilaku jujur

3.2.    Membiasakan prilaku bertanggungjawab

3.3.    Membiasakan prilaku hidup bersih

3.4.    Membiasakan prilaku disiplin

Fiqh

4. Mengenal tata-cara bersuci (thaharah)

 

4.1.     Menyebutkan pengertian bersuci

4.2.    Mencontoh tatacara bersuci

5. Mengenal rukun Islam 5.1.    Menirukan ucapan rukun Islam

5.2.    Menghafal rukun Islam

Semester II

Al Qur’an

6. Menghafal Al Qur’an surat pendek pilihan

 

6.1.    Menghafal QS. Al-Kautsar dengan lancar

6.2.    Menghafal QS. An-Nasr dengan lancar

6.3.    Menghafal QS. Al-‘Ashr dengan lancar

Aqidah

7. Mengenal dua kalimat syahadat

 

7.1.    Melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul

7.2.    Menghafal dua kalimat syahadat

7.3.    Mengartikan dua kalimat syahadat

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Akhlaq

8. Membiasakan prilaku terpuji

 

8.1.    Menampilkan prilaku rajin

8.2.   Menampilkan prilaku tolong menolong

8.3.   Menampilkan prilaku hormat terhadap orangtua

8.4.   Menampilkan adab makan dan minum

8.5.   Menampilkan adab belajar

Fiqh

9. Mengenal tata-cara bersuci (thaharah)

 

9.1.     Menyebutkan tatacara berwudlu

9.2.    Mempraktikkan tatacara berwudlu

 

Kedua, penulisan ayat maupun hadis menggunakan kaidah yang dikeluarkan oleh Departemen Agama RI.  Untuk tulisan Arab digunakan khat (rasm) Utsmani dengan ukuran huruf yang lebih besar dari ukuran huruf latin. Hanya saja, tulisan Arabnya tidak disertai dengan transliterasinya dalam huruf latin. Padahal jika itu dilakukan, maka akan memudahkan peserta didik dalam mengakses ayat atau hadis ini, mengingat sebagian dari mereka dimungkinkan ada yang belum bisa membaca huruf hijaiyah. Selain itu, pada setiap penulisan hadits tidak disertakan sanad dan perawinya. Memang peserta didik tidak memiliki kepentingan langsung dengan hal ini, namun bagi guru dan orangtua yang mendampingi siswa/anak belajar perlu mengetahuinya untuk memastikan kesahihan hadits tersebut.

Ketiga, contoh-contoh kasus yang diberikan dalam buku ini telah disesuaikan dengan praktik kehidupan sehari-hari peserta didik dan mendorong anak untuk berlatih kritis, terutama pada pembiasaan akhlaq mulia.

Keempat, gambar dan ilustrasi semua orisinil dan disesuaikan dengan materi yang dipaparkan. Hanya saja, untuk pembaca buku ini yang masih anak-anak (kelas 1 SD) proporsi gambarnya masih kalah dominan dibandingkan dengan narasi teks. Akan lebih baik jika bahasa gambar ini lebih banyak porsinya daripada teks. Karena selain sebagian dari mereka ada yang masih belum pandai membaca, juga bisa meningkatkan kemenarikan buku ini di mata pembaca pemula tersebut.

Sedangkan ditinjau dari relevansi materinya, tampak buku ini belum banyak mengkaitkan dengan pengetahuan lain. Misalnya pada materi bersuci, sejak dini semestinya sudah bisa dikaitkan dengan kesehatan dan manfaat air bersih. Walaupun demikian, buku ini telah mengkaitkan materi akhlaq dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Selanjutnya semua item dari setiap variabel di atas dikuantifikasikan sebagaimana dalam tabel 3.

 

 

Tabel  Hasil Uji Validasi Isi

VARIABEL

NO.

ITEM

SKOR

%

I. Kelayakan Isi
Kelengkapan Materi

5

100

Keluasan Materi

5

100

Kedalaman Materi

4

80

II. Ketepatan

Materi

Konsep

5

100

Keakuratan terjemahan nash

5

100

Penulisan ayat al-Qur`an

5

100

Penulisan hadits

2

40

Penulisan transliterasi

3

60

Ketepatan kutipan ayat al-Qur`an dan hadits

4

80

Contoh

5

100

Pemuatan gambar

5

100

Pemuatan foto

5

100

Ilustrasi

5

100

Tidak menyimpang dari akidah Islam

5

100

III. Relevansi
Keterkaitan materi dengan ilmu pengetahuan lain

3

60

Keterkaitan materi akhlaq dengan kehidupan di masyarakat

4

80

 

Data hasil validasi isi di atas (tabel 3) kemudian dianalisis untuk mengetahui total nilai yang diperoleh oleh media cetak ini dari aspek isi pembelajarannya. Hasil analisis ini diuraikan dalam tabel 4 .

 

Tabel 4   Nilai Akhir Validasi Isi

VRBL

I

II

III

TOTAL

ITEM

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

16

SKOR

5

5

4

5

5

5

2

3

4

5

5

5

5

5

3

4

70

RATA2

70:16

4,3

%

100 100 80 100 100 100 40 60 80 100 100 100 100 100 60 80

1400

NILAI

1400:16

87,5

 

Di sini diketahui bahwa rata-rata setiap item yang divalidasi sebesar 4,3. Sedangkan nilai validasi isi secara keseluruhan terhadap produk ini sebesar 87,5. Selanjutnya nilai tersebut dikonsultasikan dengan tabel kriteria kelayakan (lihat tabel 5.1) dan diketahui bahwa buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini dari aspek isinya berada pada kualifikasi baik (75,1% – 87,5%) sehingga buku ini bisa atau layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar.

 

Aspek Kebahasaan

Ditinjau dari kelugasan bahasa yang dipergunakan dalam buku ini, ada beberapa catatan: pertama, secara umum kalimat yang dipakai mewakili isi pesan atau informasi yang ingin disampaikan dengan tetap mengikuti tata kalimat Bahasa Indonesia.  Kalimat yang dipakai sederhana dan langsung ke sasaran. Istilah yang digunakan juga sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, walaupun ada beberapa istilah yang masih terlalu tinggi bagi siswa SD seperti kata “wacana” yang digunakan sebagai sub-bab dalam setiap pelajaran. Akan lebih tepat jika sekiranya kata itu diganti dengan “bacaan”.

Kedua, struktur kalimatnya secara teknis kurang memperhatikan tata kalimat bahasa Indonesia. Seperti tidak dipergunakannya huruf kapital untuk setiap huruf pertama setelah titik, nama orang, nama surat dalam al-Quran, dan sebagainya. Juga penafian pada penggunaan titik dan koma dalam setiap kalimat. Mungkin pertimbangan penyusun, semua teknis penulisan teks itu dinafikan agar memudahkan pembaca (siswa SD kelas 1) yang sebagian belum lancar membaca, namun tetap saja semua itu jika ditaati penulisannya tidak menambah kesulitan membaca bagi mereka. Selain itu, penulisan bahasa Indonesia yang benar juga mengenalkan mereka tentang karakteristik tata baca-tulis bahasa nasional ini sejak usia dini.   

Ditinjau dari sisi komunikasinya, pesan atau informasi dalam buku ini disampaikan dengan bahasa yang menarik dan lazim dalam komunikasi tulis Bahasa Indonesia sehingga dimungkinkan pembaca cepat bisa menangkap muatan pesan tersebut.

Ditinjau dari tingkat dialogis dan interaktifnya: 1) bahasa yang digunakan buku ini dimungkinkan mampu membangkitkan rasa senang ketika peserta didik membacanya dan mendorong mereka untuk mempelajari buku tersebut secara tuntas; 2) bahasa yang digunakan dimungkinkan mampu merangsang peserta didik untuk mempertanyakan suatu hal lebih jauh, dan mencari jawabnya secara mandiri dari buku teks atau sumber informasi lain. Dengan kata lain, bahasanya dimungkinkan bisa mendorong pembaca untuk berpikir kritis. Ini tampak pada latihan yang disediakan, dimana seringkali digunakan kalimat “bagaimana menurut anda..” untuk menyikapi persoalan atau contoh gambar tertentu; 3) bahasa yang digunakan dalam menjelaskan suatu konsep sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik; dan 4) bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional peserta didik.

Ditinjau dari kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia: 1) tata kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengacu kepada kaidah tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar; dan 2) ejaan yang digunakan telah mengacu kepada pedoman Ejaan Yang Disempurnakan.

Sedangkan ditinjau dari penggunaan istilah, symbol atau ikon, buku ini menggunakan istilah yang menggambarkan suatu konsep secara konsisten antar-bagiannya, dan begitu pula dengan simbol atau ikon yang digunakan-nya.

Selanjutnya penilaian setiap item kebahasaan di atas dikuantifikasi sebagaimana dalam tabel 5.

 

 

Tabel  5   Hasil Uji Validasi Kebahasaan

VARIABEL

NO.

ITEM

SKOR

%

  1. I.     Lugas
Kebakuan istilah

5

100

Keefektifan kalimat

3

60

Ketepatan struktur kalimat

3

60

  1. Komunikatif
Pemahaman terhadap pesan atau informasi

4

80

III. Dialogis

dan interaktif

Kemampuan memotivasi peserta didik

4

80

Mendorong berpikir kritis

4

80

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual peserta didik

4

80

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional peserta didik

4

80

IV. Kesesuaian

dengan  kaidah

Ketepatan tata bahasa

5

100

Ketepatan ejaan

5

100

  1. Penggunaan

Istilah/Ikon

Konsistensi penggunaan istilah

4

80

Konsistensi penggunaan simbol atau ikon

5

100

 

Data hasil validasi kebahasaan di atas kemudian dianalisis untuk mengetahui total nilai yang diperoleh oleh media cetak ini. Hasil analisis ini diuraikan dalam tabel 6.

Hasil analisis kebahasaan ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap item yang divalidasi sebesar 4,1. Sedangkan nilai validasi kebahasaan secara keseluruhan terhadap produk ini sebesar 83,3. Selanjutnya nilai tersebut dikonsultasikan dengan tabel kriteria kelayakan (lihat tabel 5.1) dan diketahui bahwa buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini dari aspek kebahasaannya berada pada kualifikasi baik (75,1% – 87,5%) sehingga buku ini bisa atau layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar.

 

 

Tabel 6   Nilai Akhir Validasi Kebahasaan

VRBL

I

II

III

IV

V

TOTAL

ITEM

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

12

SKOR

5

3

3

4

4

4

4

4

5

5

4

5

50

RATA2

50:12

4,1

%

100 60 60 80 80 80 80 80 100 100 80 100

1000

NILAI

1000:12

83,3

 

 

Aspek Kegrafikan

Ditinjau dari ukurannya, buku ini telah memenuhi standar ISO. Lebarnya sebesar 190 mm dan panjangnya 260 mm. Ukuran seperti ini masih dalam toleransi keberbedaan (10-15 cmm) dengan A5 (176 mm x 250 mm) salah satu standard yang yang direkomendasikan oleh ISO. Selain itu, ukuran buku juga disesuaikan dengan materi isi buku PAI dengan jumlah halaman sebanyak  139 +xii halaman.

Ditinjau dari desain covernya: 1) buku ini belum menampilkan unsur tata letak pada kulit muka, belakang dan punggung secara harmonis dan tidak memiliki irama kesatuan yang konsiten; 2) belum menampilkan pusat pandang (center point) yang baik; 3) belum adanya keseimbangan unsur tata letak antara judul, pengarang, ilustrasi, logo, dan tipografi, secara proporsional dengan ukuran buku; 4) belum sepenuhnya memperhatikan  tampilan warna secara keseluruhan, sehingga dapat memberikan nuansa tertentu dan memperjelas materi/isi buku; 5) ukuran huruf judul buku lebih dominan dan proporsional dibandingkan (ukuran buku, nama pengarang dan penerbit). Judul buku juga dapat memberikan informasi secara cepat  tentang materi isi buku; 6) warna judul buku kontras atau lebih menonjol dari warna latar; 7) terlalu banyak menggunakan varian huruf, yakni empat huruf yang berbeda; 8) judul buku menggunakan huruf hias sehingga agak sulit untuk dibaca apalagi bagi siswa SD kelas 1; 9) ilustrasi yang digunakan belum menggambarkan isi/materi ajar dan kurang mengungkapkan karakter obyek; (10) ilustrasi juga belum mencerminkan isi buku. Bentuk, warna, ukuran, dan proporsi obyek belum sepenuhnya sesuai dengan realita.

Ditinjau dari desain isinya: 1) penempatan unsur tata letak pada setiap halaman mengikuti pola, tata letak dan irama yang telah ditetapkan. Selain itu, juga unsur tata letak seperti judul, subjudul, dan kompetensi dasar konsisten pada  setiap awal bab; 2) pemisahan antar paragraph jelas dengan memberikan jarak spasi yang lebih besar; 3) penempatan unsur tata letak (judul, subjudul, teks, ilustrasi, nomor halaman)  pada  bidang cetak  secara proporsional; 4) menggunakan marjin dua halaman yang berdampingan secara proporsional; 5) spasi antara teks dan ilustrasi sesuai; 6) Judul bab ditulis secara lengkap disertai dengan angka bab. Penulisan sub judul dan sub-sub judul disesuaikan dengan hierarki penyajian materi ajar, dan penempatan nomor halaman juga disesuaikan dengan pola tata letak; 7) Ilustrasi dan keterangan gambar (caption) mampu memperjelas penyajian materi baik dalam bentuk, ukuran yang proporsional serta warna yang menarik; 8) penempatan hiasan/ilustrasi sebagai latar belakang tidak mengganggu judul, teks, dan angka halaman; 9) Judul,  sub judul, ilustrasi dan keterangan gambar ditempatkan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan sehingga tidak menimbulkan salah interpretasi terhadap materi yang disampaikan; 10) jenis huruf yang digunakan masih dalam batas normal; 11) tidak menggunakan jenis huruf hias; 12) Penggunaan variasi huruf (bold, italic, all capital, small capital) tidak berlebihan; 13) jenis huruf sesuai dengan materi isi; 14) lebar susunan teks masih dalam batas normal yakni antara 45 – 75 karakter atau sekitar 5-11 kata; 15) Spasi antar baris susunan teks normal; 16) jenjang/hierarki judul-judul jelas, konsisten dan proporsional; 17) tidak menggunakan pola pemotongan kata; 18) ilustrasi isi buku berfungsi untuk memperjelas materi/teks sehingga mampu menambah pemahaman dan pengertian perserta didik pada informasi yang disampaikan; 19) bentuk ilustrasinya akurat dan proporsional sesuai dengan kenyataan; 20) Penyajian keseluruhan ilustrasi serasi; dan 21) dapat menimbulkan daya tarik bagi siswa, pembaca buku ini.

Selanjutnya uraian penilaian setiap item kegrafikan di atas dikuantifikasikan sebagaimana dalam tabel 7.

 

 

 

Tabel  7   Hasil Uji Validasi Aspek Kegrafikan

VARIABEL

NO.

ITEM

SKOR

%

  1. I.     Ukuran Buku
Kesesuaian ukuran buku dengan standar ISO

5

100

Kesesuaian ukuran dengan materi isi buku

5

100

  1. II.   Desain Kulit

Buku

 

Tata Letak Kulit Buku
Penampilan unsur tata letak pada kulit muka, belakang dan punggung  secara harmonis memiliki memiliki irama dan kesatuan serta konsiten.

2

40

Menampilkan pusat pandang (center point) yang baik.

2

40

Komposisi dan ukuran unsur tata letak (judul, pengarang,  ilustrasi, logo, dll.)  proposional, seimbang dan seirama dengan tata letak isi (sesuai pola)

2

40

Warna unsur tata letak harmonis dan memperjelas fungsi.

2

40

Huruf yang digunakan menarik dan mudah dibaca
Ukuran huruf judul buku lebih dominan dan proporsional dibandingkan (ukuran buku, nama pengarang dan penerbit)

4

80

Warna judul buku kontras dengan warna latar belakang

5

100

Huruf yang sederhana (komunikatif)
Tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi jenis huruf

2

40

Tidak menggunakan huruf hias  dan jenis huruf sesuai dengan huruf isi buku

2

40

Ilustrasi Kulit Buku:

Mencerminkan Isi Buku

Menggambarkan isi/materi ajar dan mengungkapkan karakter obyek.

3

60

Bentuk, warna, ukuran, proporsi obyek  sesuai realita.

2

40

  1. III.   Desain Isi Buku

 

Tata Letak Isi Buku:

Tata Letak Konsisten

Penempatan unsur tata letak konsisten berdasarkan pola

5

100

Pemisahan antar paragraf jelas

5

100

Unsur Tata Letak Harmonis
Bidang cetak dan marjin proporsional

4

80

Marjin dua halaman yang berdampingan proporsional

5

100

Spasi antara teks dan ilustrasi sesuai

5

100

Penempatan dan Penampilan Unsur Tata Letak
Judul bab, subjudul bab, dan angka halaman/folios

5

100

Ilustrasi dan keterangan gambar (caption)

4

80

Tata Letak mempercepat pemahaman
Penempatan hiasan/ilustrasi sebagai latar belakang tidak mengganggu judul, teks, angka halaman.

4

80

Penempatan judul, subjudul, ilustrasi dan keterangan gambar tidak menggangu pemahaman.

4

80

Tipografi Isi Buku:

Tipografi sederhana

Tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf

5

100

Tidak menggunakan jenis huruf hias/dekoratif

5

100

Penggunaan variasi huruf (bold, italic, all capital, small capital) tidak berlebihan.

5

100

Tipografi mudah dibaca
Jenis huruf sesuai dengan materi isi

4

80

Lebar susunan teks antara 45 – 75 karakter (sekitar 5-11 kata)

5

100

Spasi antar baris susunan teks normal

5

100

Tipografi Memudahkan Pemahaman
Jenjang/hierarki judul-judul jelas, konsisten dan proporsional.

4

80

Tanda pemotongan kata (hyphenation)

5

100

Ilustrasi Isi Buku:

Memperjelas dan mempermudah pemahaman

Mampu mengungkap makna/arti dari objek

4

80

Bentuk akurat dan proporsional sesuai dengan kenyataan

4

80

Ilustrasi Isi Menimbulkan Daya Tarik
Penyajian keseluruhan ilustrasi serasi

4

80

Kreatif dan dinamis

4

80

 

Data di atas dianalisis untuk mengetahui total nilai yang diperoleh oleh media cetak ini dari aspek kegrafikannya. Hasil analisis ini diuraikan dalam tabel 8 .

 

 

Tabel 8   Nilai Akhir Validasi Kegrafikan

VRBL

I

II

III

ITEM

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

SKOR

5

5

2

2

2

2

4

5

2

2

3

2

5

5

4

5

5

RATA2

%

100 100 40 40 40 40 80 100 40 40 60 40

100

100

80

100

100

NILAI

 

 

VRBL

Lanjutan III

TOTAL

ITEM

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

33

SKOR

5

4

4

4

5

5

5

4

5

5

4

5

4

4

4

4

131

RATA2

131 : 33

3,9

%

100 80 80 80 100 100 100 80 100 100 80 100

80

80

80

80

2620

NILAI

2620 : 33

79,3

 

Hasil analisis kegrafikan  ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap item yang divalidasi sebesar 3,9. Sedangkan nilai validasi kegrafikan secara keseluruhan terhadap produk ini sebesar 79,3. Selanjutnya nilai tersebut dikonsultasikan dengan tabel kriteria kelayakan (lihat tabel 5.1) dan diketahui bahwa buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini dari aspek kegrafikannya berada pada kualifikasi baik (75,1% – 87,5%) sehingga buku ini bisa atau layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar. Walaupun demikian, buku ini perlu direvisi terutama pada tampilan covernya.

 

Aspek Metodologi Penulisan

Ditinjau dari teknik penyajiannya, ada beberapa catatan yang dapat dideskripsikan: 1) sistematika penyajian dalam bab memuat prolog, isi/ materi, latihan dan evaluasi  ditampilkan secara konsisten dalam tiap bab; 2) konsep yang disajikan secara runtut dari hal yang mudah ke yang sulit,  sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, dari lingkungan terdekat ke lingkungan yang jauh dari kehidupan peserta didik. Latihan dan contoh menampilkan masalah sosial atau fenomena sosial dalam bentuk tema agar peserta didik  mampu mengaplikasikan konsep-konsep dasar keilmuan secara terintegrasi dan holistik sesuai tuntutan SK dan KD; 3) Uraian substansi antarbab (tercermin dalam jumlah halaman) proporsional dengan mempertimbangkan SK dan KD yang didukung dengan beberapa ilustrasi dan gambar secara seimbang  sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing pokok bahasan; 4) dalam tiap bab terdapat sistematika penyajian yang memuat: pengantar bab, bacaan, latihan dan evaluasi; dan 5) terdapat  latihan, dan evaluasi umpan balik secara bervariasi dengan frekuensi yang cukup pada tiap bab.

Ditinjau dari aspek pendukung penyajian: 1) terdapat kata pengantar berupa uraian di awal buku. Namun disayangkan, prakata tersebut tidak menjelaskan tentang tujuan penulisan, cara belajar yang harus diikuti, yang mengantarkan peserta didik untuk mengenal dan memahami materi yang akan dipaparkan, sehingga dapat  menarik peserta didik untuk belajar lebih jauh tentang isi buku; 2) ada uraian singkat, yang dalam buku ini diberi judul Tabyînul Kitâb (Sajian Isi Buku), mendeskripsikan isi bab sesuai dengan SK dan KD (biasanya ditampilkan dalam kotak) tanpa mengeksplisitkan judul pendahuluan; 3) ada daftar transliterasi Arab – Latin yang bersumber pada acuan ilmiah tertentu, dan dipakai secara konsisten; 4) tidak terdapat indeks  (daftar kata penting yang diikuti dengan nomor halaman pemunculannya); dan 5) terdapat daftar pustaka  yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku dan disusun menurut aturan yang baku.

Ditinjau dari strategi penyajian: 1) penyajian  materi dalam buku ini memungkinkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Penyajian materi cukup bersifat interaktif dan partisipatif, sehingga  dimungkinkan mampu membentuk kemandirian belajar. Hal ini tampak misalnya pada tugas-tugas mandiri yang disediakan; 2) penyajian materi dikembangkan dari berbagai fenomena sosial di sekitar peserta didik, menggunakan contoh-contoh/ gambar  yang diambil dari lingkungan lokal, sehingga  mudah dipahami oleh peserta didik; dan 3) penyajian materi dapat memotivasi peserta didik untuk bertanya kepada guru, orang tua atau orang lain tentang hal-hal yang sudah maupun yang sedang dipelajarinya. Ilustrasi,  dan soal latihan dimungkinkan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis.

Sedangkan ditinjau dari koherensi dan keruntutan alur berpikirnya: 1) penyampaian materi antara bab dengan subbab yang berdekatan kurang mencerminkan keruntutan dan keterkaitan isi; dan 2) materi yang disajikan dalam satu bab/subbab/alinea kurang mencerminkan kesatuan makna dan kurang menunjukkan kesinambungan makna sehingga kurang bisa membentuk kesatuan makna yang utuh.

Selanjutnya uraian penilaian setiap item metodologi penulisan di atas dikuantifikasikan sebagaimana dalam tabel 9.

 

 

Tabel  9   Hasil Uji Validasi Aspek  Metodologi  Penulisan

VARIABEL

NO.

ITEM

SKOR

%

  1. I.     Teknik

Penyajian

Konsistensi sistematika penyajian

4

80

Keruntutan penyajian

4

80

Keseimbangan sajian materi (substansi) antar-bab dan antar-subbab

4

80

Sistematika di dalam bab

4

80

Ragam Latihan

4

80

  1. II.   Pendukung

Penyajian

Pengantar

1

20

Pendahuluan

5

100

Daftar Transliterasi Arab-Latin

5

100

Indeks

0

0

Daftar Pustaka

5

100

  1. III.   Strategi

Penyajian

Interaktif-partisipatif

4

80

Mendorong keterlibatan peserta didik untuk belajar mandiri dan kelompok yang interaktif dengan sumber belajar

4

80

Mendorong berfikir kritis, kreatif, dan inovatif

3

60

  1. Koherensi dan

Keruntutan Alur

Pikir

Ketertautan antarbab, subbab, dan alinea

3

60

Keutuhan dan keterpaduan makna dalam bab, subbab, alinea

3

60

 

Data di atas selanjutnya dianalisis untuk mengetahui total nilai yang diperoleh oleh media cetak ini dari aspek metodologi penulisannya. Hasil analisis ini diuraikan dalam tabel 10 .

 

 

Tabel 10   Nilai Akhir Validasi Aspek Metodologi Penulisan

VRBL

I

II

III

 

TOTAL

ITEM

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

15

SKOR

4

4

4

4

4

4

1

5

5

0

4

4

3

3

3

52

RATA2

52 : 15

3,4

%

80 80 80 80 80 80 20 100 100 0 80 80

60

60

60

1040

NILAI

1040 : 15

69,3

 

Hasil analisis aspek metodologi penulisan ini  ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap item yang divalidasi sebesar 3,4. Sedangkan nilai validasi secara keseluruhan terhadap produk ini sebesar 69,3. Selanjutnya nilai tersebut dikonsultasikan dengan tabel kriteria kelayakan (lihat tabel 5.1) dan diketahui bahwa buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini dari aspek metodologi penulisannya berada pada kualifikasi cukup baik (62,6% – 75,0%) sehingga buku ini cukup layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar. Dari itu, pada aspek metodologi penulisan buku ini patut direvisi.

 

Penutup

Berdasarkan deskripsi hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: Pertama, dari aspek isi, buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar dengan nilai 87,5 atau terkualifikasi dengan standar: baik (75,1% – 87,5%).

Kedua, dari aspek kebahasaan, buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar dengan nilai 83,3 atau terkualifikasi dengan standar: baik (75,1% – 87,5%).

Ketiga, dari aspek kegrafikan, buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar dengan nilai 79,3 atau terkualifikasi dengan standar: baik (75,1% – 87,5%).

Keempat, dari aspek metodologi penulisan, buku ajar PAI untuk kelas 1 SD ini cukup layak digunakan sebagai sumber sekaligus media belajar dengan nilai 69,3 atau terkualifikasi dengan standar: cukup baik (62,6% – 75,0%).

Dari itu, maka disarankan: Pertama, bagi penyusun buku ini untuk melakukan perbaikan terutama pada aspek metodologi penulisannya, di mana koherensi dan keruntutan alur pikir penyajian perlu dicermati lebih dalam lagi. Selain itu, strategi indeksisasi juga perlu ditambahkan di dalam buku ini. Karena hal tersebut dapat membiasakan sejak dini cara belajar yang focus dan efektif bagi siswa SD. Sedangkan pada aspek kegrafikan, perbaikan perlu dilakukan pada desain covernya, di mana tata letak latar, pilihan ilustrasi, font dan warna perlu diharmoniskan lagi agar kemenarikan dan representasi materi PAI tampak jelas saat memandangnya.

Kedua, bagi sekolah, mewajibkan peserta didik hanya membaca atau menggunakan buku ini semata dalam belajar PAI merupakan tindakan yang kurang bijak, karena buku ini hanyalah salah satu saja dari sekian banyak alternatif media belajar PAI yang bisa dirujuk.

Ketiga, bagi guru atau orangtua siswa, dalam penggunaan buku ini dianjurkan mereka agar kritis, tidak terlalu fanatik untuk menginstruksikan siswa mengerjakan seluruh tugas yang ada di buku ini, tetapi selektif sesuai dengan kebutuhan dan psikologi belajar peserta didik. Karenanya kreatifitas guru PAI dalam melakukan improvisasi metode dan media pembelajaran PAI dari pelbagai sumber amat dibutuhkan.[]

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

“Analisis Isi Kualitatif” dalam http://komunikasi-indonesia.org/2009/09/ analisis-isi-kualitatif/. Diakses  Ahad, 20 Maret  2011 pukul 20:14.

Atkinson, R.L, Atkinson, R.C, Hilgard, E.R. (1997). Pengantar psikologi. Jakarta: Erlangga.

Baedlowi, Ahmad. “Indeks” dalam http://www.mediaindonesia.com/read/ 2009/12/07/109939/68/11/INDEKS. diakses Senin, 07 Desember 2009 pukul 00:01 WIB

Borg, Walter R & Meredith D. Gall. 1983. Educational Research: an Introduction. Longman. New York & London.

Degeng, Nyoman Sudjana. Tt. Teori Pembelajaran 1: Taksonomi Variabel. Program Magister Manajemen Pendidikan – Universitas Terbuka (draft buku, tidak diterbitkan)

———-. Tt. Teori Pembelajaran 2: Terapan. Program Magister Manajemen Pendidikan – Universitas Terbuka (draft buku, tidak diterbitkan)

Farichi , Achmad dkk. 2007. Khazanah Pendidikan Agama Islam Kelas 1 Sekolah Dasar. Yudhistira. Bogor.

Fleming, Malcolm  & W. Howard Levie. 1981. Instructional Message Design: Principles from the Behavioral Sciences. New Jersey: Educational Technology Publications.

Gagne, Robert M. 1985. The Conditions of Learning and Theory of Instruction. CBS College Publishing. New York.

Irwanto. (2002). Psikologi umum (buku panduan mahasiswa). Jakarta : PT. Prehallindo.

Jamaludin. “Rekonstruksi Buku Teks Sekolah” dalam http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/07/109938/68/11/Rekonstruksi-Buku-Teks-Sekolah. Diakses Senin, 07 Desember 2009 pukul 00:01 WIB

Kartono, K dan Gulo, D. (2000). Kamus psikologi. Bandung : CV. Pionir Jaya. Halaman 343.

Reigeluth, Charles M. 1983. Instructional-Design Theories and Models: an Overview of their Current Status. Lawrence Erlbaum Associates. New Jersey.

Saleh, A.R dan Wahab, M.A. (2004). Psikologi suatu pengantar (dalam perspektif Islam). Jakarta : Kencana.

Sobur, A. (2003). Psikologi umum. Bandung: Pustaka setia.

Supriadi, Dedi. 2000. Anatomi Buku Sekolah di Indonesia: Problematik Penilaian, Penyebaran dan Penggunaan Buku Pelajaran, Buku Bacaan dan Buku Sumber. Adicita. Yogyakarta.

Vandenbos, Gary R. (Editor in Chief). 2002. APA Dictionary of Psychology. Washington DC: American Psychological Association.

Walgito, B. (1990). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta

Zhang, Yan & Barbara M. Wildemuth. “Qualitatif Analysis of Content” dalam www.ils.unc.edu/~yanz/Content_analysis.pdf. diakses Ahad, 20 Maret  2011 pukul 20:14.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s